Yuk... Puasa Ramadhan Sekalian Puasa Kantong Plastik

Kompas.com - 29/06/2016, 13:06 WIB
Ilustrasi tumpukan kantong plastik ThinkstockIlustrasi tumpukan kantong plastik
|
EditorPalupi Annisa Auliani

KOMPAS.com- Pemakaian kantong plastik di Indonesia masih sangat tinggi. Pemakian rata-rata kantong plastik di toko ritel modern diketahui adalah 3 lembar per transaksi atau bisa lebih banyak lagi jelang hari raya seperti lebaran.

Padahal, bila ada 100 transaksi setiap harinya, berarti ada 300 kantong plastik yang dikeluarkan oleh tiap toko. Bagaimana kalau lebih dari itu?

Keadaan ini memprihatinkan kala diketahui bahwa plastik adalah ancaman bumi nomor satu. Diketahui, sampah yang dihasilkan oleh kurang lebih 90 ribu toko ritel modern tanah air adalah 9,85 miliar per tahun dan diprediksi akan mencemari lingkungan selama lebih dari 400 tahun.

(Baca: Apa Mau, Anak Cucu Kita Tinggal di Atas "Fosil"?)

Untuk menyiasati hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutaanan (KLHK) sudah mengambil keputusan. Sejak 21 Februari 2016 hingga 30 Mei 2016 diberlakukan pemakaian kantong plastik tidak gratis pada toko ritel modern. Tiap kantong plastik dikenakan biaya Rp200.

Dalam, situs web KLHK pun mencantumkan, ada agenda lanjutan dari uji coba tahap pertama secara nasional sampai terbit regulasi yang mengatur secara teknis dari pemerintah pusat.

“Namun ini tidak akan berhasil kalau tak ada sinergi. Seluruh lapisan masyarakat harus terlibat dan berinisiatif mengurangi pemakaian kantong plastik,” ujar Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya, KLHK, Tuti Hendrawati Minarsih, Kamis (28/4/2016).

Puasa kantong plastik

Tak sulit untuk ikut berpuasa memakai kantong plastik. Terlebih lagi, sekarang sudah banyak toko ritel modern yang menyediakan kantong belanja berulang kali pakai. Masyarakat hanya tinggal beli sekali dan bisa menggunakannya berkali-kali.

Thinkstock Ilustrasi kantong belanja pengganti plastik

Dari riset Greeneration pada 2009, satu orang di Indonesia rata-rata memakai 700 kantong plastik per tahun. Dengan patokan harga Rp 200 didapati setiap orang rata-rata mengeluarkan uang Rp 140.000 hanya untuk membayar kantong plastik.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X