Kompas.com - 14/06/2016, 19:55 WIB
Meranti kuning raksasa ditemukan di wilayah Malaysia dari Borneo, tingginya mencapai 89,5 meter. Daily MailMeranti kuning raksasa ditemukan di wilayah Malaysia dari Borneo, tingginya mencapai 89,5 meter.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Peneliti menemukan pohon raksasa di Borneo. Tinggi pohon itu mencapai 89,5 meter atau hampir setara dengan dua kali Candi Prambanan, lebih tinggi 1,2 meter dari pohon sejenis yang sebelumnya pernah ditemukan.

Meranti Kuning (Shorea faguetiana), nama pohon itu, ditemukan oleh peneliti dari Universitas Cambridge yang sedang bekerja dengan Departemen Kehutanan Sabah, Malaysia, saat sedang menjalankan proyek perlindungan keanekaragaman di area hutan.

Meranti Kuning yang kini dinobatkan sebagai yang tertinggi itu ditemukan di salah satu hutan liar yang masuk dalam area konservasi hutan Maliau Basin atau dikenal dengan sebutan "Sabah's Lost World".

Tim awalnya menemukan pohon tersebut melalui pemindai LiDAR, sebuah mesin yang mampu memproduksi gambar 3D secara detail dari kanopi hutan hujan hingga ratusan kilometer.

Dr David Coomes yang memimpin penelitian tersebut mengatakan, pohon yang mereka temukan bisa jadi pohon yang tertinggi di wilayah tropis.

Meranti Kuning ini memecahkan rekor tinggi pohon sejenis yang ditemukan sebelumnya di wilayah Taman Nasional Tawau, yaitu setinggi 88,3 meter.

Bukan perkara mudah untuk mengukur tinggi Meranti Kuning ini. Jalan satu-satunya adalah dengan memanjat. Unding Jami, pemanjat pohon dari Sabah, adalah orang yang melakukan misi pengukuran tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di puncak pohon, dia mengonfirmasi tinggi pohon melalui pesan singkat yang dikirimnya kepada seluruh tim. Sayangnya, dia tidak punya banyak waktu untuk mengambil gambar yang baik dengan kamera karena seekor elang berusaha untuk menyerangnya.

Dr Coomes menjelaskan, pohon yang tumbuh di iklim tropis memang bisa tumbuh lebih tinggi 30 meter hingga 90 meter.

Meranti Kuning sendiri merupakan pohon yang terancam punah. Pelestariannya perlu, apalagi pohon besar krusial untuk menjaga hutan dan ekologinya.

"Melakukan konservasi pohon raksasa ini sangat penting, seperti pohon Redwood di California yang menjadi salah satu organisme terbesar dan terlama yang pernah hidup di Bumi," katanya seperti dikutip Daily Mail, Selasa (7/6/2016).

Pemerintah Sabah membuat keputusan untuk melindungi dan mengembalikan ekosistem pohon Meranti di bagian timur Maliau Basin.

"Sesuatu hal yang luar biasa mengetahui bahwa pohon raksasa ini masih hidup dengan baik dan kita sedang berada dalam proyek untuk mengembalikan ekosistemnya," katanya.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.