Kompas.com - 27/05/2016, 12:33 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Dibandingkan Sumatera, peristiwa gempa bumi di Pulau Jawa, khususnya DIY, periodenya lebih lama. Hal ini dipengaruhi posisi Pulau Jawa dan adanya Roo Rise atau tonjolan-tonjolan di lantai Samudra Hindia.

"Sesar Opak itu mempunyai ritmik atau keterulangan kejadian gempa itu agak lama. Sekitar 60 tahun," ujar Kepala Program Studi Magister Teknik Geologi UPN Veteran Yogyakarta, Dr C Prasetyadi, saat ditemui Kompas.com, Rabu (25/5/2016).

Prasetyadi menjelaskan, lempeng Indo-Australia itu setiap tahun bergerak ke utara. Pergerakannya 7 cm per tahun.

Dilihat dari posisinya, Pulau Jawa itu cenderung tegak lurus, sedangkan Pulau Sumatera miring. Saat tertabrak lempeng, yang posisinya miring cenderung sensitif bergerak dibandingkan yang tegak lurus.

"Apa yang terjadi ketika Anda membuat benturan miring? Tentu akan bergeser dan menyebabkan sobekan. Nah, sobekan di Sumatera itulah yang senantiasa terganggu," urainya.

Mengilustrasikan, ia mengatakan ketika kepala lokomotif saling berbenturan tegak lurus maka akan cenderung naik dan langsung berhenti. Tetapi, berbeda ketika tabrakannya posisi miring, maka akan bergeser dan terlempar cukup jauh.

"Jawa posisinya tegak lurus ketika tertabrak, dia tidak seaktif yang miring," urainya.

Pada kenyataannya morfologi lantai samudra di selatan Yogyakarta itu tidak halus, tetapi ada tonjolan-tonjolan. Salah satu buktinya adalah kehadiran Christmas Island.

"Christmas Island itu pulau di tengah samudra. Dia pulau bekas gunung api, kan enggak mungkin pulau ini ngambang," tuturnya.

Christmas Island ini hanya satu bagian dari banyaknya tonjolan di lantai samudra. Tonjolan-tonjolan ini namanya Roo Rise.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.