Susu Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak Kurang Gizi

Kompas.com - 27/05/2016, 09:28 WIB
Frisian Flag Indonesia merayakan Hari Susu Sedunia dengan acara Dian Maharani/Kompas.comFrisian Flag Indonesia merayakan Hari Susu Sedunia dengan acara "Ngariung Bareng Peternak" di De Ranch, Lembang, Bandung, Kamis (26/5/2016).
|
EditorLusia Kus Anna

BANDUNG, KOMPAS.com - Kurang gizi merupakan salah satu masalah yang banyak ditemui pada anak-anak Indonesia. Menurut Data Riset kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, jumlah balita stunting atau pendek karena kurang gizi mencapai 37,2 persen.

Presiden Direktur FFI Maurits Klavert mengungkapkan, berdasarkan hasil studi South East Asia Nutrition Survey yang dilakukan oleh Friesland Campina, banyak anak Indonesia yang kurang gizi, kurang aktif, kurang vitamin D, dan stunting.

Menurut Maurits, data tersebut berkaitan dengan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi susu secara rutin.

Data Kementerian Pertanian tahun 2015 mengungkap, tingkat konsumsi susu per kapita di Indonesia masih sangat rendah, yaitu sekitar 12,10 liter per tahun.

Angka ini sangat jauh dengan negara tetangga lainnya, seperti Malaysia yang mencapai 50,9 liter per tahun dan Singapura dengan 44,4 liter per tahun.

Dosen gizi Politeknik Kesehatan Jakarta II, Marzuki Iskandar mengatakan, pemberian susu memang menjadi salah satu upaya mengatasi anak kurang gizi.

"Susu ini kan makanan kaya zat gizi, protein, kalsium, karbohidrat, anak kurang gizi minun susu untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Susu ini adalah sumber protein," ujar Marzuki di sela-sela acara "Ngariung Bareng Keluarga Peternak" bersama Frisian Flag Indonesia (FFI)di De Ranch, Lembang, Bandung, Kamis (26/5/2016).

Susu dapat mendukung tumbuh kembang anak lebih optimal. Menurut Marzuki, minum susu pada anak cukup satu gelas per hari. Jika berlebihan, justru bisa membuat anak kegemukan.

Ia juga mengingatkan, susu bukanlah makanan utama anak. Anak tetap harus diberi makanan bergizi seimbang seperti sayur dan buah-buahan. Perlu juga diingat, gizi anak sangat penting sejak ibu mengandung. Ketika lahir, anak harus mendapat ASI ekaklusif.

Untuk meningkatkan kesadaran minum susu, FFI pun rutin melakukan edukasi ke sekolah-sekolah melalui Gerakan Nusantara. Head of Corporate Affairs FFI, Andrew F Saputro menambahkan, Gerakan Nusantara di sekolah juga sekaligus memantau perkembangan tumbuh kembang anak bekerja sama dengan Fakuktas Kesehatan Masyarakat UI.

Selain itu, dalam rangka perayaan Hari Susu Sedunia, FFI juga mengajak sekitar 1000 keluaga peternak ke De Ranch dan melakukan acara minum susu bersama.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X