Kompas.com - 23/05/2016, 09:06 WIB
Ilustrasi kantong belanja pengganti plastik ThinkstockIlustrasi kantong belanja pengganti plastik
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejak uji coba kebijakan kantong plastik berbayar diberlakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indoesia, banyak konsumen berinisiatif membawa tas atau kantong belanja dari rumah. Selain hemat, tas belanja bisa dipakai berulang kali.

Pertanyaan yang lalu mencuat adalah tentang daya tahan kantong belanja untuk dipakai berkali-kali demi menjaga kebiasaan tak lagi menggunakan kantong plastik ini.

“Ada penelitian dari Filipina, kantong belanja berulang pakai di sana sudah mendapat standar nasional. Bisa digunakan paling tidak 120 kali sampai 130 kali,” ujar Kepala Subdirektorat Barang dan Kemasan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ujang Solihin Sidik, Kamis (28/4/2016).

Thinkstock Ilustrasi tumpukan kantong plastik

Ditemui Kompas.com usai konferensi pers sosialisasi tas belanja berulang kali pakai dari Tempo Scan Love Earth, Ujang menerangkan, standardisasi itu penting untuk memastikan seberapa kuat materialnya.

Dengan begitu, masyarakat tahu perkiraan umur pemakaian dan seberapa kuat tas tersebut mampu membawa barang belanjaan.

”Standardisasi itu untuk (memastikan) kantong belanja kuat dan bisa dipakai berulang kali. Tujuannya kan agar masyarakat sadar lingkungan dan bijak menggunakan plastik,” ungkap Ujang.

Karenanya, lanjut Ujang, tim di kementeriannya sudah menyiapkan rencana mengajukan standar nasional untuk kantong belanja. Dengan standar seperti itu, harga tas belanja tidak akan semurah kantong plastik sekali pakai di toko-toko ritel.

Evaluasi kebijakan

Regulasi kantong plastik berbayar rencananya akan dikeluarkan setelah uji coba penerapannya pada 21 Februari  2016 hingga 5 Juni 2016 rampung. Menurut dia, akan ada evaluasi terlebih dahulu atas uji coba penerapan kebijakan kantong berbayar, termasuk dampaknya.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Sossialisasi tas belanja berulang kali pakai 'Tempo Scan Love Earth', Kamis (28/4/2016).
“Sebenarnya, tim evaluasi sudah menyisir kota-kota yang telah memberlakukan uji coba kebijakan kantong plastik saat satu bulan pemberlakuan. Hasilnya, beberapa kota memang memperlihatkan penurunan angka pemakaian plastik,” sebut Ujang.

Salah satu kota yang menunjukkan angka penurunan signifikan adalah Banjarmasin. Di sana, angka pemakaian plastik turun hingga 80 persen sebulan sejak pemberlakuan uji coba. (Baca juga: Nah... Uji Coba Plastik Berbayar Sudah Ada Hasilnya)

“Bahkan, pemerintah daerahnya berencana mewajibkan masyarakat sekitar untuk memakai tas lokal, yaitu (tas) bakul purun saat berbelanja,” ujar Ujang.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Gejala Infeksi Sinusitis, Sakit Kepala hingga Hidung Tersumbat

6 Gejala Infeksi Sinusitis, Sakit Kepala hingga Hidung Tersumbat

Kita
Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Oh Begitu
Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Oh Begitu
Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Oh Begitu
BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

Fenomena
5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

Oh Begitu
Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Oh Begitu
Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Fenomena
Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Fenomena
Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Kita
Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Fenomena
11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

Fenomena
Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Oh Begitu
Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Oh Begitu
Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X