Sehatkah Tubuh Anda Menjalani Puasa Ramadhan?

Kompas.com - 19/05/2016, 19:00 WIB
Umat muslim menjalani ibadah shalat tarawih perdana menyambut bulan Ramadhan 1436 Hijriah, di masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (17/6/2015). Umat muslim mulai menjalani ibadah puasa pada 18 Juni 2015. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESUmat muslim menjalani ibadah shalat tarawih perdana menyambut bulan Ramadhan 1436 Hijriah, di masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (17/6/2015). Umat muslim mulai menjalani ibadah puasa pada 18 Juni 2015.
|
EditorLusia Kus Anna

Tinggal beberapa minggu  lagi kita memasuki Puasa Ramadhan 1437 H. Suasana Ramadhan sudah semakin terasa saat kita memasuki supermarket atau pasar tradisional, pajangan kurma di supermarket dan juga flyer seputar Ramadhan juga mengingatkan kita semua bahwa sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan.
 
Dalam satu minggu terakhir ini pasien yang datang untuk berobat berharap penyakitnya bisa sembuh saat Ramadhan tiba. Sebagian dari mereka bahkan minta obat, agar lambungnya tetap kuat saat puasa nanti.

Memang sebaiknya kita melakukan check up, apalagi yang memang sudah mempunyai masalah dengan kesehatannya. Pasien dengan penyakit kronis seperti penyakit diabetes, darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, atau kadar asam urat tinggi sebaiknya melakukan pemerikasaan laboratorium dan cek kesehatan.

Untuk yang mempunyai masalah dengan asam lambung antara lain sakit maag atau GERD sebaiknya berobat dulu untuk mengontrol asam lambungnya. Semua upaya harus disiapkan agar kita tetap sehat. Walau kita juga harus yakin bahwa puasa Ramadhan membuat kita menjadi lebih sehat.
 
Puasa merupakan kesempatan kepada kita untuk hidup lebih sehat. Umumnya jika tidak berpuasa kita  akan makan tiga kali sehari ditambah mengonsumsi camilan terutama dengan kalori tinggi, biasanya  camilan serta minuman berkalori ini kita konsumsi sepanjang hari. Bagi yang merokok mereka juga umumnya merokok sepanjang hari jika berpuasa.

Pada saat berpuasa maka terjadi pengaturan makan, makan yang biasanya tiga kali digeser menjadi dua kali. Selama puasa pasti kita mengurangi camilan dan minuman berkalori karena kita berpuasa dan bagi yang merokok juga akan mengurangi menghisap rokoknya.
 
Sebelum kita berpuasa kita harus mempunyai motivasi yang kuat untuk dapat melaksanakan puasa dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kita batal karena sakit. Berat badan kita harus turun terutama bagi yang memang sudah mengalami obesitas. Konsumsi rokok harus kita kurangi syukur-syukur komitmen untuk stop merokok selamanya.

Kita  harus tetap beraktivitas dan tetap berolahraga walau kita berpuasa tentu disesuaikan dengan kondisi puasa kita. Islam juga sudah mengingatkan “Puasalah agar Anda sehat”, harus menjadi motivasi tersendiri ketika kita berpuasa.  Di sisi lain Islam sendiri juga memperbolehkan orang yang sakit untuk tidak puasa Ramadhan.
 
Saya coba untuk membuat sebagian list kelompok pasien yang tidak boleh puasa karena kondisi sakitnya. Puasa diperkirakan akan memperburuk kondisi sakitnya atau akan memperlama penyembuhan penyakitnya,
 
1.Pasien dalam perawatan rumah sakit dan dalam keadaan di infus baik infus cairan maupun makanan atau pasien yang sedang mendapat transfusi darah.

2. Seseorang yang sedang dalam infeksi akut misal radang tenggorokan berat, demam tinggi, hepatitis akut atau diare akut.

3. Seseorang dengan migren atau vertigo dimana kondisi sakitnya akan bertambah buruk jika pasien tersebut tidak makan atau minum obat.

4. Pasien dengan gangguan pernafasan akut seperti asma akut, penyakit paru obstruksi kronis yang berat.

5. Pasien jantung dengan gagal jantung.

6. Pasien sakit maag yang sedang dalam keadaan akut misal muntah-muntah hebat dan nyeri hebat sampai keluar keringat dingin.

7. Pasien kanker yang sedang dalam pengobatan atau belum diobati.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X