Hati-hati, Permen Karetmu Bisa Meracuni Anjingmu!

Kompas.com - 19/05/2016, 19:00 WIB
Anjing jenis Golden Retriever bernama Bello Chappy HakimAnjing jenis Golden Retriever bernama Bello
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Anda penyayang anjing? Mulai sekarang, sebaiknya Anda berhati-hati dengan permen karet Anda atau apa pun makanan yang mengandung pemanis buatan.

Food and Drugs Association (FDA) pada 12 Mei 2016 memperingatkan bahwa senyawa xytlitol yang biasa digunakan pada permen karet tanpa gula bisa meracuni anjing.

Xylitol adalah salah satu jenis pemanis buatan yang biasa disebut gula alkohol. Jenis ini biasa ditemui pada produk-produk seperti permen karet rendah gula, pasta gigi dan penyegar mulut, sirup batuk, serta bahan-bahan pembuat kue.

Xylitol memang aman jika dikonsumsi oleh manusia. Namun, saat dikonsumsi anjing maka akibatnya fatal, bahkan mengakibatkan kematian.

Level gula darah pada anjing dikontrol melalui insulin yang dilepaskan oleh pankreas. Pada anjing, xylitol akan lebih cepat menyerap ke aliran darah dan bisa menyebabkan pelepasan insulin dalam jumlah yang besar.

Martine Hartogensis, ahli veteriner dari FDA, menjelaskan, pelepasan insulin yang cepat ini akan menyebabkan penurunan level gula darah yang besar (hypoglycemia). Efek ini akan terlihat dalam 10-60 menit setelah mengonsumsi xylitol.

Jika anjing mengonsumsi makanan yang mengandung xylitol, efek pertama yang akan terlihat adalah muntah yang diikuti dengan gejala penurunan gula darah, seperti penurunan aktivitas, lemas, dan kemungkinan terburuk adalah kematian.

Jika Anda melihat anjing kesayangan mengonsumsi makanan yang mengandung xylitol, segera bawa ke rumah sakit hewan. Dalam kasus tertentu, gejala keracunan xylitol tak terlihat dalam dalam 10-24 jam.

Untuk menjauhkan kemungkinan keracunan, jauhkan anjing dari produk yang mengandung xylitol. Baca label bahan-bahan yang tertera pada makanan yang akan diberikan.

Satu hal yang penting, gunakan produk khusus anjing, misalnya pasta gigi. Gunakan pasta gigi khusus anjing. Jangan pernah pakai pasta gigi manusia untuk anjing.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X