Mengapa Orang Asia Gampang Diare Jika Konsumsi Susu?

Kompas.com - 12/05/2016, 12:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Susu sapi, selain bernutrisi, juga bisa menyebabkan berbagai reaksi jika dikonsumsi. Salah satunya adalah gangguan pencernaan.

Gangguan yang timbul akibat konsumsi susu sapi disebut juga dengan laktosa intoleran. Penyebabnya adalah penolakan tubuh terhadap karbohidrat susu, yaitu laktosa.

Menurut Dr.Badriul Hegar, Sp.A(K), laktosa intoleran disebabkan karena rendahnya produksi enzim laktase di dalam sistem pencernaan. Akibatnya, karbohidrat dari susu tidak bisa dicerna dengan sempurna dan timbul diare.

"Pada bayi baru lahir, enzim laktasenya belum lengkap sehingga laktosa tidak bisa dipecah dengan sempurna. Karena itu bayi akan mengalami laktosa intoleran, tapi hanya sementara," kata dr.Hegar.

Pada bayi, laktosa intoleran akan menyebabkan fesesnya cair, perut kembung, dan sebagainya.

Kadar enzim laktase baru akan maksimal saat bayi berusia satu bulan sampai dua tahun. Setelah itu kadarnya akan menurun.

"Berbeda dengan anak Eropa yang kadar enzim laktasenya tetap sampai dewasa, anak Asia, termasuk Indonesia, setelah usia dua tahun kadarnya terus turun. Makanya kalau minum susu gampang diare. Tapi ini normal untuk orang Asia," paparnya.

Penelitian menunjukkan, pada anak Asia usia 3-5 tahun sekitar 21 persen mengalami laktosa intoleran, di usia 6-11 tahun sekitar 57 persen, dan di usia 12-14 tahun hampir 73 persen.

Laktosa intoleran berbeda dengan alergi susu. Pada kasus alergi susu, penyebabnya adalah protein susu dan sistem imun yang salah bekerja.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X