Kompas.com - 11/05/2016, 20:36 WIB
Fenomena transit Merkurius diabadikan dari Medan pada Senin (9/5/2016) Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera UtaraFenomena transit Merkurius diabadikan dari Medan pada Senin (9/5/2016)
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Matahari tampak seperti memiliki tahi lalat bila dilihat dari Medan pada Senin (9/5/2016) yang lalu.

Jangan salah sangka, obyek itu bukan bintik matahari. Obyek itu sebenarnya adalah Planet Merkurius yang tengah melintas di muka Matahari.

Senin lalu memang hari yang istimewa karena Bumi, Merkurius, dan Matahari terletak segaris.

Fenomena tersebut hanya terjadi 13-14 kali dalam seabad, dan disebut "gerhana Merkurius". Momen singgah pada Senin lalu adalah yang ketiga pada abad ke-21.

Sebenarnya, momen pergerakan Merkurius kemarin cukup menantang untuk diamati dari Indonesia.

Kontak pertama terjadi pada pukul 18.12 WIB. Saat itu, sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki malam. Hanya Aceh dan Sumatera Utara yang masih kebagian sinar Matahari.

Itu pun tak membuat pengamatan mudah.

Waktu di Aceh dan Sumatera Utara pun sudah memasuki senja. Posisi Matahari sudah cukup rendah sehingga pengamatan harus dilakukan dengan cermat.

Di tengah tantangan itu, sejumlah pengamat dari Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) berhasil mengamati dan memotretnya.

Pengamatan dilakukan dengan teleskop Bresser Messier AR 152 dan kamera QHY5II-M.

Foto yang diabadikan tim OIF UMSU menunjukkan Merkurius sebagai bintik hitam di tepian piringan Matahari. Bintik tak terlalu jelas sebab momen ini diabadikan di tengah cuaca yang berawan tebal.

"Gerhana Merkurius" berikutnya akan terjadi pada tahun 2019, dan Indonesia pun tak punya kesempatan untuk mengamati momen ini. Pengamatan momen serupa dari Indonesia mungkin baru akan terjadi pada tahun 2032.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X