Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Bahayanya Bila Terlalu Mengandalkan Auto Pilot

Kompas.com - 22/04/2016, 21:31 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi
EditorWisnubrata

Dipastikan dengan terlalu seringnya pilot mengandalkan peralatan kemudi otomatis telah menyebabkan pilot jarang memperoleh kesempatan menerbangkan pesawat secara manual.  Itu semua akan berakibat menurunnya keterampilan Pilot dalam menerbangkan pesawat.  

Suatu kondisi yang sangat logis bahwa keterampilan seseorang akan jauh menurun bila yang bersangkutan jarang mengerjakannya atau melakukan latihan. 

Perdebatan tentang hal ini menjadi lebih panjang lagi ketika melihat realita bahwa pesawat terbang super modern berteknologi tinggi untuk penerbangan jarak jauh dan berukuran “raksasa” memang sejak awal tidak didesain untuk diterbangkan secara manual.  

Tidak dapat dibantah oleh siapapun bahwa sistem otomatis dalam mengendalikan pesawat terbang telah meningkatkan secara drastis tingkat keselamatan terbang.  

Sayangnya sejalan dengan itu, telah muncul masalah baru yaitu bila pilot terlalu mengandalkan sistem otomatis, maka iat akan kehilangan “basic pilot flying skill” atau kemampuan terbang manual.  

Keterampilan terbang manual justru menjadi unsur penting yang harus dimiliki pilot, yaitu pada saat terjadi gangguan pada sistem kemudi otomatis pesawat terbang.  Dari sisi inilah kemudian perhatian mengenai kebutuhan tambahan latihan bagi pilot untuk dapat menjaga keterampilan terbang manualnya harus dipikirkan lebih jauh.  

NASA sudah mengeluarkan jutaan dollar untuk sebuah penelitian selama lebih dari tiga  tahun di IOWA University tentang hubungan antara system kendali otomatis dengan kecelakaan pesawat. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu hasil penelitian menyebutkan bahwa 60 % penyebab kecelakaan pesawat modern ternyata disebabkan kesalahan pilot dalam menerbangkan pesawat secara manual dalam kondisi emergency yang disebut sebagai pilot manual control error

Hal tersebut disebabkan terutama sekali karena pilot terlalu mengandalkan system Auto Pilot dalam pesawat. Itu sebabnya FAA (Federal Aviation Adminstration) menghimbau kepada seluruh Manajemen Airlines untuk memberikan perhatian serius tentang hal ini.

Intinya adalah, penguasaan pengetahuan tentang teknologi yang canggih oleh semua personil yang terlibat dalam penerbangan sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahan dalam pengoperasiannya.  

Kesalahan sekecil apapun dalam pengoperasian peralatan otomatis pada dunia penerbangan dapat berakbat fatal.  

Mudah-mudahan tragedi hilangnya pesawat terbang Boeing 777-200ER Malaysia Airlines MH 370 yang memakan ratusan nyawa itu tidak akan terulang kembali.

Jakarta 22 April 2016

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Varian Beta dan Omicron dari Satu Negara, Mengapa Afrika Rawan Munculnya Varian Baru Covid-19?

Oh Begitu
Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Pecahkan Rekor, Wahana Antariksa Parker Ada di Jarak Terdekat dengan Matahari

Oh Begitu
BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

BMKG: Bibit Siklon Tropis 94W di Perairan Kamboja Pengaruhi Cuaca Indonesia

Fenomena
Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Nikel Indonesia Guncang Dunia, Ini Tanaman Penambang Nikel di Sorowako Sulsel

Oh Begitu
Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

[POPULER SAINS] Apa Itu Pneumonia yang Dialami Ameer Azzikra | Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.