Kompas.com - 05/04/2016, 21:26 WIB
|
EditorLatief

SERPONG, KOMPAS.com – Sulit sekali memisahkan penggunaan plastik dengan kehidupan sehari-hari. Padahal, kenyataan bahwa plastik sulit untuk diurai bukanlah temuan kemarin sore.

Bayangkan, aplikasi produk plastik sudah menyebar ke segala lini. Selain kemasan, bahan dasar plastik digunakan untuk kebutuhan gedung dan konstruksi, elektronik, hingga perabotan rumah tangga.

"Plastik adalah kenyataan yang harus dihadapi. Saat ini jaket, baju, hingga tas yang kita pakai bisa jadi terbuat dari plastik," ujar Principal Engineer Sentra Teknologi Polimer Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Johan A. Nasiri, Selasa (5/4/2016).

Kebutuhan akan plastik, menurut Johan sudah menjadi bagian dari kehidupan. Alasannya, selain tahan lama, plastik juga dinilai murah.

"Pada pipa, misalnya, yang terbuat dari logam hanya tahan 8 tahun, sedangkan plastik bisa sampai 20 tahun," katanya lagi.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Kepala Balai Teknologi Polimer BPPT, Dody Andi Winarto saat menguji coba material plastik dengan metode pencelupan ke dalam air, Selasa (5/4/2016).
Sayangnya, daya tahan itu menimbulkan masalah. Material plastik yang sulit atau bahkan tidak dapat diurai bisa mencemarkan lingkungan.

Sebenarnya, meski sulit untuk diurai, orang bisa mengakali penggunaan plastik dengan mendaur ulangnya kembali. Namun, perlakuan itu tak dapat dilakukan untuk semua jenis plastik.

“Contohnya bungkus mi instan. Dalam selembar tipis bungkus mi terdapat tujuh lapis material plastik,” ujar Kepala Balai Teknologi Polimer BPPT, Dody Andi Winarto pada kesempatan yang sama.

Material dalam lapisan itu, kata Dody, bisa menjadi masalah saat didaur ulang karena mengandung zat berbahaya.

"Itulah yang membuatnya tak dapat didaur ulang," tambah Dody.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Misteri Pemicu Zaman Es Akhirnya Terpecahkan, Apa Penyebabnya?

Fenomena
Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.