Chappy Hakim
KSAU 2002-2005

Penulis buku "Tanah Air Udaraku Indonesia"

Kenapa Orang Panjang Umur Sementara yang Lain Tidak?

Kompas.com - 02/04/2016, 20:37 WIB
Ilustrasi tertawa. ctya.orgIlustrasi tertawa.
EditorWisnu Nugroho

Kesepian "membunuh"

Sementara mereka yang kurang berkomunikasi dengan baik dan cenderung kesepian akan menjadi kurang bahagia. Kesehatan fisiknya menjadi lebih cepat menurun, demikian pula fungsi otaknya menjadi berkurang serta membuat mereka menjadi sakit-sakitan dan berumur pendek.

Kesepian ternyata “membunuh”. Orang bisa saja kesepian di tengah-tengah keramaian atau juga dapat mengalami kesepian dalam kehidupan rumah tangganya. Hidup di tengah konflik adalah sangat berbahaya bagi kehidupan seseorang. Konflik juga sangat memudahkan mengantar orang menuju kesepian.

Penelitian ini juga membuktikan, kekayaan seseorang atau menjadi terkenal atau bekerja keras mengejar karier tidak merupakan jaminan seseorang itu akan berbahagia dan sehat serta berusia panjang.

Studi ini menekankan fakta bahwa hubungan baik dalam keluarga, dengan sahabat dekat dan dengan komunitas membuat seseorang menjadi bahagia, lebih sehat dan berumur panjang.

Dalam usia 50 tahunan, seseorang yang bahagia walau tidak bisa menghindar dari penyakit-penyakit degeneratif (kolesterol, asam urat dan sebagainya) yang dialaminya mereka tetap bisa menikmati hidup.

Mereka dapat menerima dan tetap mejalani hidupnya tanpa beban. Sebaliknya yang tidak atau kurang bahagia, penyakit degenaratif yang dialaminya akan bertambah parah dengan beban dari emosi pribadinya, antara lain sebagai akibat “kesepian” dan frustrasi yang dideritanya.

Dalam hal ini saya punya teman sebaya, dua orang yang harus menjalani cuci darah seminggu tiga kali. Teman yang satu adalah tipe orang yang kurang bergaul sementara teman satu lagi sangat gaul dan senang sekali “bercanda” dengan cerita-cerita lucu yang terkadang mentertawai dirinya sendiri.

Apa yang terjadi adalah, teman yang memang sudah kurang bergaul, dengan kehidupan harus menjalani cuci darah dua kali seminggu, segera menarik diri dari pergaulan dengan teman-temannya dan kemudian meninggal dunia setahun kemudian.

Sementara teman yang satu lagi hingga kini, sudah lebih dari 10 tahun, cuci darah dua hari sekali, tetap survive dengan canda dan tawanya yang keras.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.