Transplantasi Sumsum Tulang, Perpanjang Usia Pasien Leukemia

Kompas.com - 17/03/2016, 13:35 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi
BEIJING, KOMPAS.com - Transplantasi sumsum tulang belakang merupakan metode pengobatan yang mulai banyak dilakukan untuk pasien kanker darah atau leukemia. Di China, transplantasi sumsum tulang belakang sudah dikakukan sejak 1964.

"Saat dilakukan transplantasi sumsum tulang belakang, ada pasien berusia 22 tahun. Saat ini usianya sudah 74 tahun. Ini adalah rekor dunia karena dia bisa hidup lebih lama setelah transplantasi," ujar Presiden Direktur Rumah Sakit Lu Daopei, Peggy Lu saat ditemui di Rumah Sakit Lu Daopei, Beijing, China, Sabtu (12/3/2016).

Pasien wanita itu mendapat donor sumsum tulang belakang dari saudara kandungnya. Dijelaskan Peggy, donor dari saudara kandung atau hubungan adik dan kakak kandung memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi karena risiko penolakan tubuh yang menerima donor lebih rendah.

"Paling cocok memang mendapat donor dari saudara kandung sendiri," kata Peggy.

Mendapat donor sumsum tulang belakang di China saat itu masih sangat sulit, karena adanya kebijakan satu anak. Hanya pasien leukemia yang memiliki saudara kandung yang bisa menjalani transplantasi sumsum tulang belakang.

Akhirnya, Rumah Sakit Lu Daopei sebagai pusat rujukan hematologi dan onkologi ini pun mengembangkan transplantasi sumsum tulang belakang dari orangtua ke anak atau sebaliknya.

Peggy mengatakan, tak hanya warga China yang menjalani transplantasi sumsum tulang belakang di RS Lu Daopei. Banyak pasien mancanegara, seperti Hongkong, Amerika, bahkan Indonesia yang sudah menjalani transplantasi sumsum tulang belakang.

Transplantasi sumsum tulang belakang juga banyak dilakukan pada anak-anak yang mengidap kanker darah atau leukemia. Transplantasi sumsum tulang belakang terbukti dapat memperpanjang usia hidup pasien leukemia.

Adanya sel kanker, menyebabkan sumsum tulang gagal memproduksi sel-sel darah yang diperlukan tubuh. Dengan transplantasi, sumsum tulang yang sehat dari donor akan menggantikan sumsum tulang yang tak berfungsi dengan baik. Risiko untuk relaps atau kambuhnya leukemia sangat kecil bagi pasien yang sudah menjalani transplantasi sumsum tulang belakang.

"Transplantasi tulang belakang harus dilakukan pada waktu yang tepat. Setiap langkah pengobatannya sangat penting," kata Peggy.

Di RS Lu Daopei, pasien yang telah menjalani transplantasi sumsum tulang belakang akan ditempatkan dalam kamar khusus yang sangat steril. Pasien bisa berada dalam kamar steril tersebut setidaknya selama 1 bulan.

RS Lu Daopei cukup banyak menerima pasien leukemia. Dalam sebulan, RS Lu Daopei bisa menangani sekitar 40 pasien untuk transplantasi sumsum tulang belakang. Biaya transplantasi sumsum tulang belakang memang tidak sedikit, yaitu berkisar antata Rp 800 juta hingga lebih dari Rp 1 miliar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X