Gangguan Pencernaan saat Hamil? Ini Sebabnya

Kompas.com - 13/03/2016, 15:05 WIB
Ilustrasi. ThinkstockIlustrasi.
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Gangguan pencernaan saat hamil memang sangat normal terjadi. Sebanyak 8 dari 10 wanita hamil mengalami gangguan pencernaan. Gangguan pencernaan selama kehamilan ditandai dengan begah, mual dan terlalu banyak bersendawa. Gejala tersebut biasa muncul sesaat setelah makan.

Gangguan pencernaan ditandai dengan nyeri di dada dan perut. Gejala ini mungkin muncul sepanjang kehamilan.

Namun, secara umum gejala gangguan pencernaan biasanya muncul pada trimester ketiga. Gangguan pencernaan ini juga menimbulkan rasa nyeri seperti terbakar yang disebabkan oleh naiknya asam lambung.

Lalu, apa yang menyebabkan gangguan pencernaan ini? Keadaan ini disebabkan oleh perubahan hormonal yang terjadi saat hamil.

Selain itu, pertumbuhan janin yang semakin besar menekan perut Mama. Pertumbuhan janin tersebut juga membuat otot usus yang berfungsi sebagai pintu antara perut dan kerongkongan terganggu. Artinya, asam lambung dapat bocor ke arah tenggorokan.

Untuk mengatasinya, Mama hanya perlu mengubah pola hidup dan makan. Jangan makan terlalu banyak dalam waktu sekaligus karena perut Mama yang perlu berbagi dengan janin. Selain itu, hindari makanan yang dapat memicu banyak gas seperti kol.

Gangguan pencernaan yang sudah cukup parah tidak bisa diatasi hanya dengan mengubah pola makan. Mama perlu mengonsumsi obat-obat tertentu seperti antasida dan alginat untuk mengurangi gejala gangguan pencernaan.

Itu dia beberapa hal mengenai gangguan pencernaan selama kehamilan. Merokok dan minum alkohol menjadi faktor yang paling berisiko memunculkan gangguan pencernaan yang cukup parah. Selain itu, makanan berlemak dan pedas harus dihindari agar tidak mengalami gangguan pencernaan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X