Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/03/2016, 05:03 WIB
|
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com - Gerhana matahari menyambangi seluruh bumi Indonesia, Rabu (9/3/2016). Sebagian kecil daerah bisa menyaksikan gerhana Matahari total, dan sebagian besarnya hanya melihat gerhana matahari sebagian.

Kemeriahan berbagai festival dan antusias warga menyaksikannya menandakan gerhana tak lagi menakutkan, tetapi perayaan bersama. Ribuan warga, baik lokal maupun wisatawan asing ikut bergembira menyaksikan fenomena langka ini.

Gerhana berikutnya di Indonesia baru akan terjadi lagi pada April 2023. GMT juga akan melintasi lagi Indonesia pada 20 April 2042 yang akan melewati Jambi, GMT 24 Agustus 2082 yang melalui Medan di Sumatera Utara, dan GMT 22 Mei 2096 yang melintasi Lampung dan Kalimantan. Sangat langka.

Kagum, haru, terpesona, bercampur aduk. Ketakjuban menyaksikan berubahnya pagi nan terang jadi gelap kembali meski untuk sesaat.

Mereka jadi saksi atas kuasa alam. Fenomena alam tak selamanya menakutkan seperti gunung meletus, gempa atau tsunami, tetapi ada yang bisa dinikmati dan dikagumi.

Namun, mendung bahkan hujan yang melanda sejumlah lokasi gerhana membuat sebagian pemburu gerhana, baik warga, peneliti, maupun turis minat khusus, kecewa. Terlebih, tak sedikit waktu dan dana dikorbankan.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO Gerhana matahari total dari Maba, Halmahera Timur, Rabu (9/3/2016). Awan sedikit menutupi saat gerhana total terjadi.
Apa pun hasilnya, gerhana matahari kali ini jadi perayaan bagi bangsa Indonesia. Jika pada gerhana Matahari 11 Juni 1983 warga dipaksa mengurung diri di rumah karena ancaman kebutaan, kini warga bebas menyaksikan fenomena alam langka itu.

Tak hanya itu, berbagai festival, sholat gerhana, syukuran, hingga aneka perayaan lain digelar. Gerhana tak lagi ditakutkan karena dengan teknik dan alat khusus, gerhana matahari bisa disaksikan dengan aman. Datangnya kegelapan kini tak dimaknai sebagai tanda bencana.

Laporan lengkap mengenai gerhana matahari total dari berbagai daerah oleh wartawan dan fotografer Harian Kompas diturunkan pada hari Kamis (10/3/2016).

Tim Multimedia Kompas juga melengkapinya dengan augmented reality (AR) animasi mengenai gerhana di ponsel Android maupun iPhone.

Cara menikmatinya adalah dengan aplikasi Layar, kemudian scan logo gerhana di halaman Kompas. Animasi mengenai gerhana itu akan langsung tampil di ponsel.

Ini adalah edisi terakhir liputan khusus gerhana matahari di Kompas. Sampai jumpa lagi di gerhana matahari berikutnya, April 2023.

Simak laporan lengkap kegembiraan warga menyambut gerhana di harian Kompas edisi Kamis (10/3/2016), atau silakan berlangganan di http://kiosk.kompas.com dan baca versi epapernya di http://epaper.kompas.com.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+