Ada Perubahan Aktivitas Burung Kakatua Saat Gerhana Matahari

Kompas.com - 09/03/2016, 13:32 WIB
Peneliti Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia akan melakukan penelitian terkait respon fauna terhadap gerhana matahari di penangkaran hewan Cibinong Science Center LIPI, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/3/2015). Kompas.com/Robertus BelarminusPeneliti Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia akan melakukan penelitian terkait respon fauna terhadap gerhana matahari di penangkaran hewan Cibinong Science Center LIPI, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/3/2015).
|
EditorTri Wahono
JAKARTA, KOMPAS.com — Gerhana matahari yang terjadi pada Rabu (9/3/2016) pagi ternyata berpengaruh terhadap perubahan aktivitas dari burung kakatua goffin atau kakatua tanimbar.

Ini adalah hasil pengamatan yang dilakukan salah satu peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di penangkaran hewan di Cibinong Science Center LIPI di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Peneliti LIPI Bidang Laboratorium Nutrisi dan Penangkaran Satwa Liar Pusat Penelitian Biologi LIPI bidang satwa burung (unggas), Rini Rahmatika, mengatakan, kakatua mengalami perubahan perilaku saat gerhana matahari.

"Kakatua goffin, kesimpulan aktivitas pada saat gerhana matahari lebih mirip pada sebelum pukul 06.00 dan sore hari. Lebih menurun lokomosinya (aktivitas geraknya)," kata Rini saat mengemukakan hasil pengamatannya, di Gedung Widyastwaloka, Cibinong Science Center LIPI, Rabu (9/3/2016).

Padahal, Rini melanjutkan, sebelum gerhana terjadi, kakatua goffin sudah bersuara bersahutan dan bergerak ke sana kemari.

"Namun, pada saat gerhana, mereka diam pada satu titik dan cenderung berkelompok daripada bergerak. Tidak jauh-jauh bertenggernya, dalam satu lokasi berdekatan," ujar Rini.

Sementara itu, pengamatan juga dilakukan terhadap jenis burung lain, misalnya betet jawa dan nuri kepala hitam.

Untuk betet jawa, dia melanjutkan, saat puncak gerhana terjadi, perilaku burung ini berubah selama beberapa menit, yakni memilih tidur.

Burung nuri kepala hitam juga menunjukkan perubahan aktivitas dari sebelum dan saat gerhana terjadi. Sebelum gerhana, burung nuri sudah beraktivitas normal, seperti membersihkan bulu, makan, dan bergerak. Namun, saat gerhana, perilakunya berubah.

"Pukul 07.00 mulai berkurang, dan pukul 07.15, dia bertengger mengarah ke yang lebih gelap. Biasanya, dia bertengger di arah datangnya matahari. Namun, saat puncaknya, 07.20, dia bertengger ke dalam," ujar Rini.

Kompas TV Inilah Gerhana Matahari Total di Palu



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Kita
Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac 'Aman'

Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac "Aman"

Fenomena
BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

Fenomena
Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Fenomena
Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Oh Begitu
2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

Oh Begitu
Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Oh Begitu
Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Oh Begitu
Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Oh Begitu
Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Fenomena
Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Kita
Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Oh Begitu
Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Kita
Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Oh Begitu
Kenali Gejala Infeksi Menular Seksual, dari Gatal hingga Muncul Tumor

Kenali Gejala Infeksi Menular Seksual, dari Gatal hingga Muncul Tumor

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X