Dari Gerhana, Lapan Peroleh Data untuk Menguak "Garis Terlarang"

Kompas.com - 09/03/2016, 09:49 WIB
Gerhana matahari total terlihat di Ternate, Maluku, 9 Maret 2016. Gerhana matahari total di Indonesia berlangsung selama 1,5 menit-3 menit. Di pusat jalur gerhana, gerhana total terpanjang terjadi di Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara, selama 3 menit 17 detik. AFP PHOTO / BAY ISMOYOGerhana matahari total terlihat di Ternate, Maluku, 9 Maret 2016. Gerhana matahari total di Indonesia berlangsung selama 1,5 menit-3 menit. Di pusat jalur gerhana, gerhana total terpanjang terjadi di Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara, selama 3 menit 17 detik.
|
EditorIcha Rastika
MABA, KOMPAS.com — Gerhana matahari total di Maba memang gagal disaksikan karena awan tebal yang menutupi matahari.

Meskipun demikian, misi penelitian yang dilakukan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) tak sepenuhnya gagal.

"Kita berhasil mendapatkan data selama 60 detik," kata Emmanuel Sungging Mumpuni, pimpinan tim penelitian GMT 2016, di Maba, Halmahera Timur.

Data yang diperoleh Lapan itu akan dimanfaatkan untuk menguak misteri "garis terlarang" pada korona matahari.

"'Garis terlarang' itu menunjukkan adanya unsur besi pada matahari yang tidak bisa dijumpai di bumi. Unsur itu menyusun korona dan hanya bisa diungkap lewat gerhana. Setelah ini, kita akan lihat datanya dan coba analisis apakah bisa digunakan," kata Sungging kepada Kompas.com di Alun-alun Maba, Rabu (9/3/2016).

Dari penelitian gerhana kali ini, Lapan berharap dapat menghasilkan makalah penelitian tentang korona matahari.

Namun, keberhasilan publikasi itu akan bergantung pada kualitas data yang didapatkan.

Gerhana matahari total di Maba seharusnya berlangsung selama 3 menit 17 detik.

Namun, pukul 9.50 WIT, saat gerhana matahari total seharusnya terjadi, awan menutup pandangan ke langit. Fenomena gerhana menjadi sangat sulit disaksikan.

Warga yang berkumpul di Alun-alun Maba hanya bisa menikmati kegelapan sesaat ketika totalitas.

Sesekali, suara "Allahu Akbar" terdengar dari masjid yang berada di dekat lokasi pengamatan.

Kompas TV Inilah Gerhana Matahari Total di Palu

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X