Kompas.com - 29/02/2016, 23:04 WIB
Kacamata khusus untuk menyaksikan gerhana matahari yang dijual khusus di Gramedia. DOK GRAMEDIAKacamata khusus untuk menyaksikan gerhana matahari yang dijual khusus di Gramedia.
EditorAmir Sodikin

JAKARTA, KOMPAS.com - Gerhana matahari total yang akan melintasi Indonesia tinggal beberapa hari lagi, tepatnya tanggal 9 Maret 2016. Momentum ini sangat langka dan Indonesia menjadi satu-satunya negara di dunia yang kali ini daratannya dilalui gerhana matahari total.

Pada tahun 1983, Indonesia juga pernah dilalui gerhana matahari total. Namun, waktu itu ada instruksi kepada warga agar bersembunyi dan menghindari sinar matahari.

Sinar matahari saat menjelang dan sesudah gerhana matahari total dianggap memancarkan radiasi yang berbahaya bagi manusia.

Dampaknya, warga mengunci diri di dalam kamar, menutup semua celah sinar matahari yang memungkinkan masuk ke dalam rumah, dan bahkan sembunyi di bawah kolong. Tahun 1983 adalah puncak kebodohan pemerintah dalam memandang gerhana matahari. Indonesia kehilangan momentum untuk bisa mengamati gerhana matahari total waktu itu.

Kini, kebodohan serupa tak akan terulang seiring dengan peningkatan kesadaran pemerintah dan warga. Tak ada radiasi sinar jahat matahari yang menyertai gerhana matahari total.

Namun, tetap saja menyaksikan sinar matahari secara langsung saat menjelang dan sesudah gerhana matahari total sangat tidak dianjurkan, kecuali menggunakan kacamata khusus.

Memandang ke arah matahari tanpa kacamata khusus baru boleh dilakukan saat gerhana matahari total. Untuk selanjutnya, segeralah memakai kacamata kembali saat peralihan dari gerhana matahari total ke sebagian. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djalaluddin mengatakan, sebenarnya yang membahayakan adalah pada saat melihat matahari dengan mata secara langsung.

"Yang harus diwaspadai ketika peralihan dari total ke gerhana sebagian. Pada saat total, pupil mata cenderung membesar karena gelap," lanjut Thomas. Ia menambahkan jika terlalu asyik melihat Gerhana Matahari Total dan matahari mulai terlihat saat peralihan dari gerhana total ke gerhana sebagian, hal itu yang akan menyebabkan kerusakan mata.

Pasalnya, pupil mata yang dalam keadaan membesar saat gerhana total bisa rusak ketika cahaya matahari mulai memasuki mata saat peralihan. "Kalau tidak terlalu lama melihat gerhana matahari atau sekilas itu aman-aman saja," jelasnya. (Baca: Apakah Melihat Gerhana Matahari Total Berbahaya?)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.