Kompas.com - 19/02/2016, 19:22 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo
KOMPAS.com — Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead, Jumat (19/2/2016), di Aula Kementerian Sekretariat Negara melantik sekretaris dan empat deputi yang dipimpinnya. Mereka berasal dari kalangan birokrasi, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan nonpemerintah.

Kelengkapan badan yang dibentuk Presiden Joko Widodo untuk merespons kebakaran hutan dan lahan, khususnya di lahan gambut ini, diperlukan agar restorasi bisa segera dijalankan di lapangan. Pekerjaan itu akan menjadi tantangan bagi Badan Restorasi Gambut mulai dari perencanaan hingga pemetaan serta menjalin kerja sama dengan pemilik atau pengelola areal gambut.

"Kepada pejabat agar low profile karena kelancaran dan keberhasilan Badan Restorasi Gambut sangat membutuhkan dukungan semua pihak serta pengampu kepentingan untuk sama-sama melakukan restorasi gambut," kata Nazir Foead dalam pelantikan itu.

Mereka yang dilantik adalah Sekretaris Hartono Prawiratmadja (dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Deputi Perencanaan dan Kerja Sama Budi Wardhana (dari WWF Indonesia), Deputi Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan Myrna A Safitri (Epistema Institute), Deputi Penelitian dan Pengembangan Haris Gunawan (Universitas Riau), serta Deputi Konstruksi, Operasi, dan Pemeliharaan Alue Dohong (Universitas Palangkaraya).

Setelah dilantik, mereka akan menjalankan tugas restorasi gambut minimal 2 juta hektar gambut seperti ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 1 tahun 2016 tentang Pembentukan Badan Restorasi Gambut. Luasan lahan gambut itu berada di Riau, Sumsel, Jambi, Kalbar, Kalteng, Kalsel, dan Papua.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar yang hadir dalam pelantikan menyatakan siap mendukung Badan Restorasi Gambut melaksanakan tugas. Apalagi di dalam Perpres No 1/2016, Presiden memerintahkan agar para eselon satu di kementerian terkait mendukung pekerjaan Badan Restorasi Gambut.

"Sangat banyak harapan atas badan ini. Tidak hanya dari masyarakat Indonesia, untuk menyelamatkan dari bencana termasuk kebakaran dan pengelolaan gambut yang baik, masyarakat internasional juga berharap agar Indonesia bisa mengelola gambut dengan baik," kata Siti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
STAND UP COMEDY INDONESIA
Stand Up Topenk: Kalau Doraemon yang Buat Orang Indonesia, Pasti...... | SUCI Playground
Stand Up Topenk: Kalau Doraemon yang...
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.