Mandiri Mengatasi Insomnia Tanpa Obat Tidur

Kompas.com - 18/12/2015, 19:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna

Gangguan yang ditandai dengan karakteristik sulit tidur, atau biasa dikenal dengan sebutan insomnia dapat dialami oleh siapa saja dari berbagai golongan usia.

Istilah “insomnia” sendiri saat ini nampaknya umum digunakan di kalangan masyarakat untuk menggambarkan kondisi sulit tidur. Namun, perlu diketahui bahwa diagnosis insomnia sendiri tidak dapat diberikan begitu saja tanpa pemeriksaan oleh ahli kesehatan, seperti dokter, psikolog, atau psikiater.

Kemunculan insomnia dapat mengganggu fungsi harian orang yang mengalaminya, karena jumlah waktu tidur yang tidak efektif akan berakibat pada penurunan konsentrasi dan energi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Insomnia juga biasanya akan membuat orang menjadi lelah, baik secara fisik maupun psikologis. Maka, tidak heran jika orang yang mengalami insomnia, selain akan terlihat lemas, juga bisa menjadi mudah tersinggung atau mudah marah daripada biasanya.

Itulah sebabnya, jika tidak ditangani dengan baik, insomnia dapat membawa pengaruh negatif kepada berbagai aspek dari kehidupan orang yang mengalaminya.

Insomnia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari alasan yang terkait dengan kondisi fisik atau fisiologis, hingga alasan psikologis. Alasan yang terkait dengan kondisi fisik ini bisa jadi sangat sederhana seperti keadaan ruang tidur yang kurang nyaman, suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin, atau kebisingan.

Contoh lain misalnya disebabkan oleh adanya perubahan shift kerja hingga mengharuskan seseorang terjaga sepanjang malam, atau misalnya perubahan zona waktu setelah menempuh perjalanan lintas negara atau lintas benua (jet lag).

Kondisi-kondisi yang memaksa perubahan dalam rutinitas tidur seperti ini dapat mengganggu ritme tidur seseorang hingga menyebabkan munculnya insomnia.

Sementara itu, faktor psikologis penyebab insomnia dapat berupa adanya beban pikiran yang menumpuk, tekanan dalam pekerjaan, dan alasan-alasan lain yang membebani kondisi psikologis seseorang hingga membuatnya sulit tidur.

Oleh karena itu, ada orang-orang yang mengalami insomnia sebagai  konsekuensi dari kesulitan menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam hidupnya.

Dalam level yang akut dan kronis, insomnia biasanya perlu ditangani secara intensif dengan terapi atau pengobatan dari ahli kesehatan. Selain dapat ditangani melalui medikasi atau obat-obatan yang diberikan oleh dokter atau psikiater, insomnia juga dapat ditangani dengan terapi psikologis oleh psikolog.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X