Vaksin HPV Idealnya Diberikan Sebelum Remaja Berhubungan Seks

Kompas.com - 18/12/2015, 12:30 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
KOMPAS.com – Lebih dari 80 persen kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18. Kanker serviks sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi, khususnya pada remaja.

Vaksinasi HPV diketahui lebih efektif jika diberikan pada wanita yang tidak pernah terpapar virus HPV, yakni saat mereka masih remaja dan belum aktif secara seksual.

“Vaksin HPV ini sebaiknya diberikan saat anak berumur 11-13 tahun dengan pertimbangan belum melakukan hubungan seks. Vakin yang diberikan di usia dini bisa mencegah infeksi sehingga kanker serviks bisa dicegah,” kata dr.Adriana Kumala Dewi, Sp.OG.

Pemberian vaksinasi pada orang yang belum aktif secara seksual dikarenakan HPV umumnya tersebar melalui hubungan seks. Biasanya terjadi pada usia muda (20-25 tahun) ketika seseorang mulai aktif secara seksual.

Sementara itu untuk orang yang telah melakukan hubungan seksual, vaksinasi HPV boleh saja, asalkan ada syaratnya.

“Kalau sudah menikah dan melakukan hubungan seks boleh-boleh saja divaksinasi, asal sebelumnya melakukan screening terlebih dahulu karena tidak tertutup kemungkinan kalau ia sudah terinfeksi HPV," kata Adriana dalam seminar kesehatan di RS.Bethsaida Serpong Tangerang Selatan (17/12/15).

Selain dengan vaksinasi, saat ini tersedia berbagai metode untuk mendeteksi kelainan dalam serviks. Misalnya saja dengan pap smear atau tes IVA. Pemeriksaan secara rutin setahun sekali dianjurkan karena kanker ini tidak menimbulkan gejala. (Gibran Linggau)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X