Kompas.com - 14/12/2015, 20:30 WIB
Ilustrasi DIDIK SW/KOMPASIlustrasi
EditorYunanto Wiji Utomo

Oleh Maria Hartiningsih

KOMPAS.com - Seksualitas merupakan wilayah kontestasi politik paling serius karena benturan antara nilai-nilai moral (agama), kemajuan riset di bidang sains medik, dan realitas sosial.

Tama (26) harus menunggu tujuh tahun untuk kembali diakui sebagai bagian dari keluarganya di Malang, Jawa Timur. Anak pertama dari tiga bersaudara itu menyebut identitas seksualnya sebagai "trans-man", bukan lesbian.

"Orangtua sangat marah," kenang aktivis remaja dan orang muda dengan identitas beragam, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (Yotha-PKBI) Cabang Yogyakarta itu.

Siang itu, di salah satu ruangan di Gedung PKBI Yogyakarta, Alia (26) mengisahkan, sejak usia 16 tahun, ia berpakaian perempuan dan berada di jalanan. Keluarga dan tetangga menerima dirinya apa adanya.

Berbeda dengan kelompok homoseksual lainnya, kelompok waria lebih kental stigma sosialnya dan kemanusiaannya direduksi sebatas sosok menor di pinggir jalan. Mereka menelan seluruh hinaan. Apalagi kalau tertangkap petugas keamanan.

Akan tetapi, kelompok inilah yang mengungkap sikap hipokrit masyarakat. Kata Alia, kliennya adalah laki-laki, yang mungkin beristri dan punya anak. Sebagian dengan ekspresi dan fantasi seksual yang unik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ada yang sebelum dilayani, minta memakai baju saya, lalu bersikap seperti perempuan. Setelah selesai, dia bersikap seolah-olah yang tadi itu tak pernah terjadi," tuturnya.

Rumit

Awalnya, Tama bergabung dengan gerakan perempuan, tetapi ada resistansi dari dalam. Dia lalu menemukan ruang bersama remaja dan kaum muda beragam identitas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.