Data Pemantauan Kapal dari Satelit Lapan A2/ORARI Diminati Negara Lain

Kompas.com - 24/11/2015, 16:53 WIB
Peluncuran roket PSLV C30 yang membawa satelit LAPAN A2/ORARI dari Pusat Antariksa Satish Dhawan, Sriharikota, India pada Senin (28/9/2015) pada pukul 11.30 WIB. ISRO/YoutubePeluncuran roket PSLV C30 yang membawa satelit LAPAN A2/ORARI dari Pusat Antariksa Satish Dhawan, Sriharikota, India pada Senin (28/9/2015) pada pukul 11.30 WIB.
EditorYunanto Wiji Utomo
KOMPAS.com - Satelit Lapan A2/Orari yang diluncurkan 28 September 2015 baru melewati masa kritisnya, belum berfungsi optimal. Namun, sudah ada negara lain meminati data pemantauan pergerakan kapal laut di sekitar khatulistiwa Bumi dari satelit eksperimen itu.

"Satelit Lapan A2/Orari adalah satu-satunya satelit dengan orbit ekuatorial yang membawa muatan AIS (Automatic Identification System)," kata Kepala Bidang Teknologi Ruas Bumi, Pusat Teknologi Satelit, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Chusnul Tri Judianto di Jakarta, Senin (23/11/2015).

Perangkat AIS wajib dipasang di semua kapal besar dan menengah. Dari sinyal AIS yang dipancarkan kapal dan ditangkap satelit ditentukan posisi kapal tiap saat, sehingga rute diketahui. Dengan mengamati pergerakan kapal, dapat diidentifikasi apakah kapal itu kapal niaga, pencari ikan, atau kapal pencuri ikan.

Selama ini, satelit yang menangkap sinyal AIS hanya satelit berorbit polar atau memutari Bumi melalui Kutub Utara dan Selatan. Lapan A2 satelit ekuatorial mengitari Bumi melalui khatulistiwa, menjangkau seluruh muka Bumi dari 6 derajat Lintang Utara hingga 6 derajat Lintang Selatan, bukan hanya Indonesia.

Keunggulan Satelit Lapan A2 yang menjangkau pergerakan kapal di khatulistiwa lebih banyak dibanding satelit orbit polar, lanjut Chusnul, membuat sejumlah negara maju meminati data yang diperoleh, salah satunya Kanada. Negara itu memiliki satelit bermuatan AIS berorbit polar sehingga data pergerakan kapal di khatulistiwanya sangat terbatas.

Dalam sehari, Satelit Lapan A2 mampu menerima 2,4 juta pesan posisi kapal. Kini, data itu bisa diolah dalam dua jam. Ke depan diharapkan jauh lebih cepat.

Selain memantau gerak kapal, fungsi lain Satelit Lapan A2, menurut Kepala Lapan Thomas Djamaluddin, untuk pencitraan rupa Bumi. Demi jalankan fungsi itu, satelit dilengkapi video kamera analog dan kamera digital.

Jenis kamera sama digunakan pada Satelit Lapan A1/TUBSat. Bedanya, resolusi kamera satelit ini lebih baik, 4 meter (m) dan menyapu luasan 7 x 7 kilometer (km) persegi. Resolusi kamera di satelit Lapan A1 hanya 5 m, luas sapuan 3,5 x 3,5 km persegi.

Citra pertama yang diperoleh kamera analog pada minggu kedua setelah satelit diluncurkan adalah sapuan kawasan di utara Papua. Setelah diperbesar, wilayah daratan yang dicitrakan adalah Pulau Helen di selatan negara Palau. Adapun kamera digital yang dicoba bersamaan kamera analog baru memberi hasil yang baik sebulan kemudian.

Chusnul menambahkan, kualitas citra kamera yang baik sangat ditentukan pemahaman peneliti dan perekayasa di Pusat Pengendalian Satelit Rancabungur, Bogor, Jawa Barat, terhadap sikap satelit. Itu membuat pengendali satelit bisa melakukan manuver sesuai kebutuhan.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X