Tragedi Jerebu, Petaka Hayati

Kompas.com - 30/10/2015, 15:20 WIB
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di lahan milik warga di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Senin (26/10). Dua bulan lebih, hutan dan lahan di provinsi ini masih terbakar dan menghasilkan asap pekat yang mengancam keselamatan makhluk hidup. Dian Dewi Purnamasari/KOMPASPetugas pemadam kebakaran memadamkan api di lahan milik warga di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Senin (26/10). Dua bulan lebih, hutan dan lahan di provinsi ini masih terbakar dan menghasilkan asap pekat yang mengancam keselamatan makhluk hidup.
EditorYunanto Wiji Utomo
KOMPAS.com - Berada di kedalaman hutan lebat, bukan jaminan satwa-satwa terhindar dari ancaman mematikan. Kebakaran hutan disertai kabut asap pekat yang menembus rimba raya memaksa orangutan, gajah, rusa, burung, dan fauna liar lain eksodus dari "rumahnya". Namun, tidak bagi jenis flora.

Di Taman Nasional Bukit Tigapuluh Jambi, rombongan gajah terpecah. Bermigrasi akibat kebakaran hutan dan lahan. Sebanyak 99 ekor gajah di TN Bukit Tigapuluh dilaporkan berpencar menjadi kelompok-kelompok kecil. "Terdiri atas 5-12 ekor," kata Mira Margaretha dari Frankfurt Zoological Society (FZS), Kamis (29/10/2015).

Pergerakan gajah sebagian menuju perkebunan warga yang potensial menimbulkan konflik manusia-satwa. Sebagian lain kembali memasuki hutan setelah sempat keluar.

Api yang menjalar juga mengganggu sejumlah benteng hutan konservasi di Kalimantan terganggu. Di Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu lalu, orangutan betina berumur 17-20 tahun kembali ditemukan terjebak di perkebunan sawit. sejumlah petugas kehutanan mengevakuasi orangutan itu dengan alat seadanya.

Primata besar endemis Pulau Kalimantan itu, kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Kalteng Hartono, keluar dari kedalaman hutan untuk mencari makan dan tempat berlindung baru karena rumah, habitat aslinya, terbakar.

Kondisi orangutan itu membaik dan dirawat, sebelum siap dilepas ke Suaka Margasatwa Lamandau. Selama kebakaran hutan dan lahan pada 2015, BKSDA menyelamatkan enam orangutan di Pangkalan Bun.

Di Kalimantan Barat, dampak serupa dirasakan. Tujuh orangutan diselamatkan saat memasuki perkebunan sawit dan ladang warga di Kabupaten Ketapang, sepanjang Agustus-September 2015.

Dalam waktu dekat, kata Kepala BKSDA Pontianak Sustyo Iriyono, tim BKSDA akan mengevakuasi lima orangutan lain yang masih terjebak di Ketapang. Daerah itu terdampak kabut asap terparah yang kini masih terancam bahaya kebakaran yang masih berlanjut.

Sebuah tragedi

Kebakaran hutan tahun 2015 ini dilaporkan merusak ribuan hektar kawasan konservasi di Sumatera dan Kalimantan. Petaka asap itu bukan bencana, melainkan tragedi yang terkait dengan ulah manusia. Bencana adalah sesuatu yang tak bisa dicegah, sedangkan kebakaran hutan dan rawa gambut bukanlah kali ini saja. Namun, kejadian rutin menyusul pengeringan rawa gambut penyimpan air.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X