Mengapa Sulit Tidur Setelah Lari Jarak Jauh?

Kompas.com - 27/10/2015, 11:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna
Kesehatan tidur dan performa olahraga sangatlah penting. Tanpa istirahat yang baik, stamina seseorang tidak akan dapat mencapai titik optimal. Performa fisik seseorang mendapatkan modal dasarnya saat tidur. Jangan lupa kemampuan konsentrasi dan respon refleks juga hanya dibangun saat tidur.

Setelah berolah raga, tidur juga jadi penting untuk mengembalikan sel-sel tubuh yang terpakai. Otot-otot dipulihkan, peredaran darah diperlancar dan segala ketegangan juga dikendurkan.

Tak banyak yang tahu bahwa gerakan-gerakan yang dilatih berulang juga diperhalus dan dipoles saat tidur.

Namun beberapa sahabat pelari mengeluhkan sulit tidur setelah berlari beberapa kilometer. Padahal, menurut mereka, badan sudah sangat lelah. Ya, badan memang sudah sangat lelah, tetapi berolah raga hingga mencapai batas kemampuan akan meningkatkan kadar adrenalin tubuh. Anda jadi bersemangat, segar bugar, dan sulit tidur.

Untuk tidur yang nyaman, segala ketegangan harus dikendurkan.  Berikut tips menghindari insomnia setelah berlari:

• Setelah berlari, jangan langsung ingin secepatnya tidur.
• Turunkan adrenalin dengan aktivitas yang menyenangkan namun menenangkan.
• Jarak waktu ideal selesai berolah raga dan tidur adalah 3 jam.
• Waktu paling baik untuk berolah raga adalah di pagi hari.
• Biarkan lari jadi aktivitas yang bersifat rekreasional.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X