"Chatting" Sebelum Tidur Pengaruhi Prestasi Akademik Remaja

Kompas.com - 09/10/2015, 10:40 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Remaja yang gemar berkirim pesan, chatiing, dan sejenisnya di malam hari menggunakan gadget, berpotensi besar kekurangan jam tidur, mengantuk di siang hari, dan mengalami penurunan prestasi akademik di sekolah. Itulah hasil dari penelitian dari para ilmuwan di New Jersey setelah mengamati kebiasaan 3.200 remaja usia SMP dan SMA di Amerika.

Ditemukan, sebanyak 62 persen remaja cukup intens dengan gadget mereka saat malam, bahkan sampai waktu tidur terlewatkan, di mana 52 persen di antara jumlah tersebut menggunakannya untuk SMS, update sosial media, serta chatting. Sedang 21 persen lainnya melewati waktu tidur untuk melakukan percakapan di media sosial.

“Penelitian kami menegaskan, bahwa banyak remaja yang chatting larut malam ketika mereka harus tidur. Perilaku ini lebih sering terjadi pada remaja yang lebih tua, terutama mereka yang berada di usia sekolah menengah atas, dan kebanyakan ialah anak perempuan,” papar salah satu penulis studi Vincent DeBari, yang juga merupakan direktur penelitian di Seton Hall University School of Health and Medical Science.

“Salah satu aspek yang paling mengkhawatirkan dari temuan ini ialah bahwa selain memengaruhi kualitas tidur remaja yang berdampak pada kesehatan, penggunaan gadget hingga larut malam memiliki dampak negatif terhadap tingkat kewaspadaan di siang hari serta nilai-nilai para remaja di sekolah,” lanjutnya.

Rekannya Dr. Peter Polos menambahkan, remaja yang terganggu oleh chatting di waktu tidur, memiliki dorongan kuat untuk membalas pesan-pesan tersebut. Rata-rata pertukaran pesan bisa berlangsung hingga berjam-jam. Tanpa disadari, remaja akan kehilangan banyak waktu tidur.

“Hal ini menyebabkan stimulasi berlebih pada tubuh remaja. Cahaya dari perangkat elektronik dapat menekan produksi melatonin, hormon yang membuat seseorang ingin tertidur. Sehingga, para remaja menjadi kesulitan tidur karena tak merasakan kantuk, papar Polos, salah satu anggota divisi obat tidur di JFK Neuroscience Institute.

Selanjutnya, penelitian tersebut menemukan, remaja yang kurang tidur karena “bermain” gadget akan bangun lebih siang di hari berikutnya, bahkan memicu terlambat masuk sekolah. Hal ini dapat meningkatkan depresi, kecemasan, dan berkurangnya fokus terhadap banyak hal.

“Sudah banyak penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa “bermain” gadget di malam hari bisa menyebabkan masalah serius pada remaja. Berdampak buruk bagi kesehatan, suasana hati, serta keselamatan dalam berkendara,” ungkap Dr. Sushanth Bath, asisten profesor ilmu syaraf di Seton Hall.

 Tidur yang cukup dinilai sangat penting bagi pertumbuhan otak remaja. Bhat menambahkan, ingin sekali memasukkan peran orang tua dalam membatasi penggunaan perangkat elektronik pada anak-anak mereka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X