Geledah Data Misi Apollo, Ilmuwan Ungkap 210 Gempa Misterius di Bulan

Kompas.com - 27/09/2015, 20:17 WIB
Foto ISS terbang melintasi Bulan. NASA/Bill Ingalls Foto ISS terbang melintasi Bulan.
EditorYunanto Wiji Utomo
KOMPAS.com - Hasil misi pendaratan bulan yang selama ini tersembunyi terungkap. Analisis data yang dihasilkan misi Apollo oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengungkap bahwa bulan juga mengalami gempa seperti bumi, tapi ragam dan sebabnya berbeda.

Saat mendarat di bulan pada tahun 1969 lewat misi Apollo 11, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin membawa perlengkapan deteksi aktivitas seismik. Buzz Aldrin memasang peralatan itu dan manusia untuk pertama kali mengetahui bahwa bulan juga mengalami tremor atau getaran seperti bumi.

NASA lewat misi Apollo selanjutnya membangun stasiun seismik di bulan. Stasiun tersebut mulai beroperasi pada tahun 1972. Hingga beberapa jam sebelum dinonaktifkan tahun 1977, stasiun itu terus mengirim data getaran atau tremor yang terjadi di bulan ke bumi.

Hasil analisis sebelumnya mengonfirmasi bahwa getaran itu merupakan gempa bulan. Awalnya, ada 28 peristiwa gempa yang terdeteksi, beberapa diantaranya bermagnitudo lebih dari 5,5. Gempanya sendiri beragam, ada gempa dalam dengan kedalaman pusat gempa lebih dari 700 km, gempa dangkal, gempa akibat meteor, dan gempa akibat suhu panas yang membuat kerak bulan memuai.

Baru-baru ini, Dr. Brigitte Knapmeyer-Endrun dan tim dari Max Planck Institute for Solar System Research menganalisis ulang data tremor dari misi Apollo itu dengan alogaritma yang dikembangkannya. "Alogaritma ini mampu mendeteksi peristiwa langka dan yang sebelumnya belum teridentifikasi," katanya.

Dengan alogaritmanya, Knapmeyer-Endrun berhasil mengidentifikasi 13.000 peristiwa gempa di bulan. Selain itu, seperti diberitakan Daily Mail, Jumat (25/9/2015), Knapmeyer-Endrun juga berhasil mengungkap 210 peristiwa gempa yang sebelumnya tak terdeteksi.

Knapmeyer-Endrun mengatakan, pengembangan alogaritma ini sangat berguna bagi misi antariksa masa depan. NASA hendak mengembangkan seismometer lewai InSight Lander di Mars. Alogaritma itu bisa berfungsi untuk mendeteksi sejumlah kejadian gempa menarik - bila ada - dengan segera.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertolongan Pertama yang Benar untuk Pasien Henti Jantung

Pertolongan Pertama yang Benar untuk Pasien Henti Jantung

Oh Begitu
3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

3 Dosis Vaksin Covid-19 Tingkatkan Kekebalan Penerima Transplantasi Organ, Studi Jelaskan

Fenomena
Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Robot Ini Diluncurkan untuk Selidiki Kehidupan Misterius Laut Dalam

Fenomena
T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

T-rex Remaja Disebut Jadi Penyebab Punahnya Dinosaurus Ukuran Sedang

Fenomena
Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Banyak Anak Usia 0-18 Tahun di Indonesia Tertular Covid-19, Begini Saran IDAI

Oh Begitu
7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

Oh Begitu
Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Oh Begitu
5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

Kita
7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

Oh Begitu
Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Oh Begitu
Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Oh Begitu
4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

Kita
Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Oh Begitu
13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X