Sepasang Lubang Hitam di Alam Semesta Diam-diam Akan "Kawin"

Kompas.com - 21/09/2015, 19:26 WIB
Ilustrasi. Dua lubang hitam di konstelasi Virgo akan P. MARENFELD/NOAO/AURA/NSFIlustrasi. Dua lubang hitam di konstelasi Virgo akan "kawin" dalam 100.000 tahun mendatang.
EditorYunanto Wiji Utomo
KOMPAS.com — Dua lubang hitam di alam semesta akan "kawin". Persatuan dua lubang hitam itu akan menimbulkan ledakan setara 100 juta supernova.

Sinyal akan adanya "perkawinan" dua lubang hitam itu terungkap lewat hasil penelitian David Schiminovich dari Columbia University di New York yang dipublikasikan di jurnal Nature pada Rabu (16/9/2015) lalu.

Schiminovich dan timnya menganalisis data yang dihasilkan dari proyek Galaxy Evolution Explore (Galex) dan Hubble dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat.

Hasil analisis memang tidak bisa memastikan 100 persen akan adanya peristiwa "perkawinan" lubang hitam. Namun, ada sinyal kuat ke sana.

"Kami beruntung bisa melihat data Galex. Kami melihat arsip Galex dan menemukan bahwa obyek yang kami lihat ternyata baru diamati enam kali," kata Schiminovich.

Lubang hitam yang diduga akan bersatu bernama PG 1302-102. Kedua lubang hitam itu bisa dibilang sudah lama "pacaran". Mereka berdekatan dan mengorbit satu sama lain dengan periode lima tahun.

Pasangan itu ditemukan pada awal tahun ini oleh ilmuwan dari California Institute of Technology. Keduanya merupakan sepasang lubang hitam paling erat. Jarak antar-keduanya cuma seminggu cahaya. Itu hanya selemparan batu dalam skala kosmos.

Berada di konstelasi Virgo atau sekitar 3,5 juta tahun cahaya dari Bumi, para astronom lewat perhitungannya memprediksi bahwa sepasang lubang hitam itu akan bersatu sekitar 100.000 tahun dari sekarang. Waktu itu sangat lama menurut manusia, tetapi hanya sekedip mata dalam skala kosmos.

"Ini adalah yang terdekat untuk mengobservasi dua lubang hitam yang akan menyatu," ungkap Zoltan Haiman, mahasiswa Columbia University yang juga terlibat penelitian, seperti dikutip EurekAlert, Kamis (17/9/2015).

Persatuan lubang hitam merupakan peristiwa yang sering terjadi pada masa awal alam semesta. Namun, astronom tak pernah melihat buktinya lewat penelitian.

Keberadaan PG 1302-102 serta prediksi persatuannya diketahui lewat analisis sinar ultraviolet terhadap siklus terang dan redupnya sebuah lubang hitam akibat prosesnya dalam memakan materi gas.

Ketepatan prediksi persatuan dua lubang hitam itu akan memberi masukan bagi para ilmuwan untuk memprediksi peristiwa yang sama di lubang hitam yang lebih jauh.

Selain itu, peristiwa tersebut juga akan memantapkan pemahaman tentang kemungkinan lubang hitam dan galaksi tumbuh dalam kecepatan yang sama serta menguji pandangan tentang gelombang gravitasi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Fenomena
Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Oh Begitu
Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Fenomena
Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Fenomena
Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Oh Begitu
Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Fenomena
Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Fenomena
Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X