Kompas.com - 18/09/2015, 21:26 WIB
EditorYunanto Wiji Utomo

Oleh M Zaid Wahyudi

KOMPAS.com - Sesaat sesudah Matahari terbenam, tengoklah langit selatan. Jika langit bersih dan suasana sekitar cukup gelap, Anda akan menemukan sekumpulan bintang berderet membentuk formasi kalajengking, lengkap dengan capit di depan kepala dan ekor melingkar. Itulah rasi yang dalam astronomi disebut Scorpius atau dalam astrologi disebut Scorpio.

Bentuknya yang mirip dengan namanya membuat rasi Scorpius mudah dikenali. Tidak semua rasi yang penamaannya didasarkan mitologi Yunani atau Romawi mudah diidentifikasi, karena bentuk susunan bintangnya sulit dibayangkan sesuai namanya. Selain itu, Scorpius punya dua bintang yang masuk dalam 25 bintang terterang di langit malam, yaitu Antares atau Alfa Scorpii di bagian kepala dan Shaula atau Lamda Scorpii di ekor.

Selepas Maghrib, Kamis (17/9/2015), Scorpius masih cukup tinggi di atas horizon. Rasi kalajengking itu baru tenggelam sekitar pukul 10 malam.

Scorpius ada di langit malam antara Juni-November. Jika diamati pada waktu sama di awal malam, Scorpius akan terlihat di langit timur atau baru terbit bulan Juni, berada di zenit atau di atas kepala antara Agustus-September, dan terlihat di arah barat atau hampir tenggelam antara Oktober-November.

Salah satu versi dalam mitologi Yunani dan Romawi menyebut kalajengking dikirim dewi pemburu Artemis dan ibunya Leto untuk membunuh sang pemburu Orion yang berniat membinasakan semua hewan di Bumi. Dalam pertempuran, kalajengking menang. Zeus, raja para dewa, lalu menempatkan kalajengking di langit agar abadi.

Masyarakat Jawa mengenal Scorpius dalam beberapa nama, di antaranya Klapa Doyong, Banyak Angrem, Kala Sungsang, atau Sangkal Putung. Di beberapa daerah, disebut Ketonggeng, sejenis kalajengking hitam, tanpa sengat dan mengeluarkan bau menyengat jika terancam.

"Penyebutan satu obyek, termasuk benda langit, dengan beberapa nama berbeda, umum di Jawa," kata peneliti etnoastronomi di Planetarium dan Observatorium Jakarta yang juga pembina Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, Widya Sawitar.

Beda penyebutan untuk obyek yang sama itu bukan tanpa makna atau tujuan. Klapa Doyong yang berarti pohon kelapa yang tumbuh miring digunakan untuk menyebut Scorpius saat baru terbit. Pada posisi itu, ekor dan tubuh kalajengking yang miring dipersepsikan sebagai batang pohon kelapa yang condong, sedangkan kepala dan capitnya jadi daun pohon kelapa.

Nama Banyak Angrem yang berarti angsa mengeram digunakan untuk menyebut Scorpius saat berada di atas kepala. Sebagian bintang di kepala dan capit kalajengking digambarkan sebagai kepala angsa, sedangkan badan hingga ekornya dipandang sebagai leher dan tubuh angsa yang berkeluk.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peneliti Amerika Serikat Temukan Pengobatan Potensial Diabetes Tipe 1, Seperti Apa?

Peneliti Amerika Serikat Temukan Pengobatan Potensial Diabetes Tipe 1, Seperti Apa?

Oh Begitu
4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dengan Bersepeda

4 Cara Efektif Menurunkan Berat Badan dengan Bersepeda

Kita
Wahana Antariksa Voyager 1 Kirim Data Misterius, Bikin Ilmuwan Bingung

Wahana Antariksa Voyager 1 Kirim Data Misterius, Bikin Ilmuwan Bingung

Oh Begitu
Studi: Lumba-lumba Gunakan Terumbu Karang untuk Obati Penyakit Kulit

Studi: Lumba-lumba Gunakan Terumbu Karang untuk Obati Penyakit Kulit

Oh Begitu
WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Teridentifikasi di 12 Negara, Mana Saja?

WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Teridentifikasi di 12 Negara, Mana Saja?

Kita
Temuan Batu Alien di Mesir, Peneliti Sebut Berasal dari Supernova Langka

Temuan Batu Alien di Mesir, Peneliti Sebut Berasal dari Supernova Langka

Oh Begitu
Asteroid Sebesar Empat Kali Gedung Empire State Melesat ke Arah Bumi pada 27 Mei 2022

Asteroid Sebesar Empat Kali Gedung Empire State Melesat ke Arah Bumi pada 27 Mei 2022

Fenomena
5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

Oh Begitu
Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Oh Begitu
Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Oh Begitu
Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Fenomena
CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Kita
5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

Kita
6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.