Badai di Irlandia "Mengekskavasi" Fosil yang Terkubur di Bawah Pohon

Kompas.com - 14/09/2015, 22:20 WIB
Fosil remaja yang hidup antara tahun 1030 - 1200 terkuak bersama pohon yang roboh diterjang badai di Irlandia tahun lalu. Thorsten KahlertFosil remaja yang hidup antara tahun 1030 - 1200 terkuak bersama pohon yang roboh diterjang badai di Irlandia tahun lalu.
EditorYunanto Wiji Utomo
KOMPAS.com - Fosil manusia yang hidup pada abad ke-11 "terekskavasi" dengan cara tak biasa. Bukan digali oleh arkeolog, fosil itu "digali" oleh badai yang mencabut pohon besar seakar-akarnya. Fosil yang berada persis di bawah pohon itu pun langsung terkuak.

Badai yang menghantam Collooney, Co Sligo, Irlandia, itu membuat fosil itu terkuak sebenarnya sudah terjadi tahun lalu tetapi ilmuwan baru menyadari keberadaan fosil baru-baru ini. Arkeolog mengetahui adanya fosil setelah mengamati sebuah pohon berusia 200 tahun yang rubuh memperlihatkan akar besarnya.

"Bagian atas dari kerangka terangkat ke atas dan berada di dalam sistem akar. Namun demikian, bagian bawahnya tetap berada di dalam tanah. Secara efektif ketika pohon rubuh, fosil terpisah menjadi dua," kata Marion Down, arkeolog Sligo-Leitrim Archaeological Services.

Analisis yang dilakukan oleh Linda Lynch, seorang pakar tulang, mengungkap bahwa fosil itu adalah seorang laki-laki yang kira-kira hidup antara tahun 1030 - 1200 Masehi. Usianya antara 17-20 tahun ketika mati. Tingginya sekitar 178 centimeter, lebih tinggi dari rata-rata tinggi manusia masa itu, 170 centimeter.

Gangguan pada tulang belakang menunjukkan bahwa laki-laki itu menjadi buruh sejak kecil. "Kami tak tahu apakah dia mati dalam pertempuran atau karena perselisihan pribadi yang berujung pada kematian," kata Down seperti dikutip The Irish Times, Minggu (13/9/2015).

Meski begitu, adanya kerusakan pada tulang dada yang kemungkinan bekas tusukan pisau menunjukkan bahwa remaja itu mungkin mati karena kalah dengan lawannya. "Kuburan ini memberi petujuk tentang kehidupan dan kematian tragis seorang remaja di Sligo pada masa pertengahan, ungkap Dowd.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X