Satelit LAPAN A2/ORARI, 100 Persen Dibuat Indonesia

Kompas.com - 02/09/2015, 16:07 WIB
Satelit Lapan A2/Orari (kiri) menjalani persiapan akhir di Pusat Teknologi Satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Rancabungur, Bogor, Senin (31/8/2015). Mikro satelit dengan berat 78 kilogram itu akan diluncurkan pada 27 September 2015 dari Pusat Antariksa Satish Dhawan, India. Lastri Kurnia/KOMPASSatelit Lapan A2/Orari (kiri) menjalani persiapan akhir di Pusat Teknologi Satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Rancabungur, Bogor, Senin (31/8/2015). Mikro satelit dengan berat 78 kilogram itu akan diluncurkan pada 27 September 2015 dari Pusat Antariksa Satish Dhawan, India.
EditorYunanto Wiji Utomo

Oleh M Zaid Wahyudi

KOMPAS.com - Cita-cita Indonesia untuk menguasai teknologi satelit secara mandiri mulai berjalan. Jika tak ada perubahan, satelit buatan para perekayasa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, LAPAN A2/Orari, akan diluncurkan dari India, 27 September 2015. Inilah satelit pertama yang seluruh prosesnya dikerjakan di Indonesia.

Beberapa perekayasa muda, Senin (31/8/2015), sibuk melakukan uji akhir beberapa fungsi satelit LAPAN A2/Orari di clean room Pusat Teknologi Satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Rancabungur, Bogor, Jawa Barat. Mereka saling berdiskusi dan berkoordinasi dengan perekayasa lain di ruang kendali.

Uji untuk memastikan semua fungsi satelit berjalan baik. Satelit yang selesai dibangun pada 2012 itu akan dikirim ke India, Jumat (4/9/2015), dan diluncurkan dari Pusat Antariksa Satish Dhawan, Sriharikota, akhir September. LAPAN A2 akan ditumpangkan pada roket India bermuatan utama satelit astronomi Astrosat.

Para perekayasa satelit LAPAN itu berumur 30-40 tahun, sebagian juga terlibat membuat satelit LAPAN A1/TUBSat, yang diproduksi dan dibantu ahli Jerman, dan satelit Telkom 3. Menurut Ketua Tim Perekayasa LAPAN A2/Orari M Mukhayadi, para perekayasa itu berasal dari berbagai bidang ilmu: teknik mesin, fisika, penerbangan, elektronika, komputer, dan pemrograman.

Mereka perancang, pendesain, dan memproduksi LAPAN A2/Orari di fasilitas produksi Lapan. Proses uji memanfaatkan fasilitas lembaga penelitian lain. Uji getar di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan uji kompatibilitas elektromagnetik menggunakan peralatan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Karakter

Satelit LAPAN A2/Orari adalah satelit mikro berdimensi 50 x 47 x 38 sentimeter dan berbobot 78 kilogram. Meski kecil, tak berarti kemampuannya kecil.

 Kepala Pusat Teknologi Satelit LAPAN Suhermanto mengatakan, sejak satelit LAPAN A1 diluncurkan pada 2007, sejumlah negara seperti Tiongkok dan Singapura ikut membuat satelit mikro. Proses pembuatan yang lebih sederhana, cepat, murah dan peluncurannya lebih mudah jadi alasannya. "Pembangunan satelit yang lebih kompak sedang tren," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X