Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 10/08/2015, 20:59 WIB
EditorYunanto Wiji Utomo
KOMPAS.com — Bertepatan dengan puncak perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional pada Senin (10/8/2015), tiga kapal milik Indonesia berangkat serentak untuk menjalankan misi riset kelautan. Di antara ketiga kapal itu, Kapal Riset Riegel-933 paling mencuri perhatian.

Kapal buatan Perancis itu baru tiba di Tanah Air setelah 50 hari berlayar dari OCEA Dossier di Les Sables-d’Olonne, Perancis. Misi pemetaan laut yang dimulai hari ini menjadi misi riset perdana yang dilakukan oleh kapal seharga 93.838 juta dollar AS tersebut.

"Riegel-933 akan melakukan pemetaan bawah laut," kata Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo. Wilayah yang akan disurvei adalah perairan antara Batam dan Singapura. "Kapal ini adalah kapal riset terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini," imbuh Indroyono dalam perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) di Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok.

Salah satu perangkat canggih Riegel-933 yang mendukung fungsinya adalah autonomous underwater vehicle (AUV). Dengan perangkat itu, kapal ini mampu melakukan pemetaan dasar laut hingga kedalaman 1.000 meter. Hasil pemetaan bisa dikirim secara real time.

Selain itu, kapal itu juga memiliki echo-sounder, baik singlebeam maupun multibeam, dan sejumlah laboratorium. Berukuran panjang 60 meter, kapal itu dilengkapi dua macam senapan mesin, masing-masing berdiameter 12,7 milimeter dan 20 milimeter. Keduanya berada di bagian samping dan anjungan kapal.

Perangkat andalan lain pada kapal berbobot 500 ton tersebut adalah remote operated vehicle. Dengan perangkat buatan Perancis yang dilengkapi kamera tiga dimensi tersebut, citra yang didapatkan bisa ditampilkan di layar monitor dalam format tiga dimensi.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi mengungkapkan bahwa Riegel-933 hanya salah satu kapal baru yang dimiliki TNI AL. "Akhir tahun 2016, akan datang KRI Spica. Kapal itu digunakan TNI Angkatan Laut dalam survei hidro-oseanografi untuk kepentingan militer," katanya.

Selain Riegel-933, kapal yang berangkat menjalankan misi penelitian pada hari ini adalah KRI Bawal Putih dan KRI Baruna Jaya IV. KRI Bawal Putih akan melakukan survei stok ikan, sementara Baruna Jaya IV akan meneliti perairan Penajam di Kalimantan Timur, yang rencananya akan menjadi Marine Techno Park.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengungkapkan bahwa riset harus bisa diaplikasikan menjadi dasar inovasi. "Inovasi bagian dari indeks kemajuan satu negara. Kami minta semua terlibat untuk upayakan itu," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+