Kompas.com - 01/08/2015, 05:08 WIB
Teknisi laboratorim mengembangkan teknologi untuk memproduksi vaksin Ebola secara massal. VOATeknisi laboratorim mengembangkan teknologi untuk memproduksi vaksin Ebola secara massal.
EditorHindra Liauw

KOMPAS.com - Organisasi kesehatan dunia WHO memuji hasil uji coba vaksin Ebola yang terbukti memberi perlindungan seratus persen, pada saat dilakukan di Guinea.

WHO mengatakan dunia saat ini dekat sekali dengan penemuan vaksin yang akan mampu melawan penyakit mematikan itu secara efektif.

Vaksin ini diujicobakan terhadap ribuan orang segera sesudah seorang yang dekat dengan mereka terjangkit Ebola.

Setelah sepuluh hari, tak ada dari mereka yang terjangkiti.

WHO menyatakan penemuan ini akan "mengubah banyak hal", sedangkan para ahli menyebutnya sebagai "luar biasa".

Uji coba ini dipusatkan pada vaksin VSV-EBOV yang dimulai oleh Badan Kesehatan Umum di Kanada, dan kemudian dikembangkan oleh perusahaan farmasi Merck.

Pengembangannya dilakukan dengan mengkombinasikan fragmen virus Ebola dengan virus lain yang lebih aman untuk melatih sistem kekebalan tubuh agar tahan terhadap Ebola.

Vaksin ini belum diberi izin, tetapi persiapan sedang dilakukan untuk mengedarkan vaksin ini secara luas.

Lebih dari sebelas ribu orang meninggal dunia sejak terjadinjya wabah Ebola di Guinea pada bulan Desember 2013.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X