Mampukah Pasien Gangguan Cemas untuk Mudik?

Kompas.com - 14/07/2015, 10:15 WIB
Kemacetan hingga 8 kilometer pada seminggu menjelang Lebaran terjadi di gerbang pintu keluar Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2015), meski delapan dari sembilan pintu difungsikan untuk arus keluar kendaraan dari Jakarta menuju Palimanan. Kemacetan parah berpotensi terjadi di gerbang tol ini pada puncak arus mudik Lebaran Idul Fitri 1436 H. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOKemacetan hingga 8 kilometer pada seminggu menjelang Lebaran terjadi di gerbang pintu keluar Tol Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2015), meski delapan dari sembilan pintu difungsikan untuk arus keluar kendaraan dari Jakarta menuju Palimanan. Kemacetan parah berpotensi terjadi di gerbang tol ini pada puncak arus mudik Lebaran Idul Fitri 1436 H.
|
EditorLusia Kus Anna

Gangguan kecemasan adalah masalah psikiatrik yang paling banyak ditemukan dalam praktek sehari-hari. Gangguan kecemasan sendiri terdiri dari berbagai tipe. Beberapa yang dikenal banyak ditemukan di klinik adalah Gangguan Kecemasan Panik (Panic Disorder), Gangguan Kecemasan Menyeluruh (Generalized Anxiety Disorder), Fobia Social (Social Anxiety Disorder/Social Phobia), dan Gangguan Stres Pasca Trauma.

Masalah kebanyakan pasien gangguan cemas yang masih belum teratasi kebanyakan berhubungan dengan kondisi kambuhnya gejala dalam posisi yang tidak nyaman seperti antrian, macet, ruangan terbuka, dan bertemu dengan orang baru/lebih dituakan. Hal ini tentunya adalah hal yang sering dihadapi sehari-hari dan saat menjelang lebaran adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan.

Macet pemicu serangan panik

Kebanyakan pasien gangguan cemas panik sering kali kesulitan dalam mengendalikan serangan panik yang biasa datang saat berada dalam kemacetan lalu lintas. Itulah mengapa pasien sering mengeluhkan tidak mampu berkendara sendirian lagi apalagi di saat macet.

Pasien gangguan cemas panik memang sering kali mengalami serangan panik bahkan hampir setiap hari. Pada kasus yang belum ditangani dengan baik pasien biasanya akan menjadi kesulitan untuk mengendarai mobil dan bepergian sendirian. Perasaan takut akan terjadinya serangan kala sendiri dan kekhawatiran tidak beradaya atau meninggal sering dialami pasien.

Pasien gangguan cemas juga banyak yang takut terbang. Walaupun sebelumnya tidak bermasalah dengan terbang sering kali pasien menjadi khawatir terbang dan menolak bepergian dengan pesawat terbang. Tentunya ini juga membuat kesulitan bagi yang ingin bermudik dengan pesawat.

Selain macet biasanya pasien dengan masalah kecemasan juga agak sulit berada di tempat terbuka yang ramai. Hal ini tentunya tidak bisa dihindarkan saat sedang musim libur hari raya seperti Lebaran nanti. Tempat wisata yang ramai bahkan hotel tempat menginap pun akan sangat ramai pada saat makan pagi. Kondisi ini tentunya akan membuat pasien gangguan panik bisa sangat tidak nyaman dan tidak mampu menikmati saat-saat bersama keluarga.

Ada juga pasien yang sering mengalami masalah jika bertemu dengan orang lain apalagi jika orang tersebut lebih tua. Pasien seperti ini biasanya mengalami demam panggung jika berhadapan dengan orang lain yang lebih tinggi kedudukannya. Kasus ini biasanya dijumpai di pasien-pasien yang mengalami gangguan cemas sosial atau dikenal dengan fobia sosial.

KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Pemudik masuk ke dalam kereta api Kertajaya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin (13/7/2015). PT KAI mempersiapkan sekitar 370 rangkaian kereta untuk mengakomodir pemudik yang diperkirakan berjumlah 96.000 orang tiap harinya.

Pengobatan membantu pasien cemas

Pasien dengan gangguan kecemasan perlu diperhatikan untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Pasien yang mengalami gangguan kecemasan yang berat sampai mengalami masalah yang berkaitan dengan fungsinya sehari-hari perlu mendapatkan pengobatan dari psikiater. Pada awalnya pasien bisa mendapatkan obat untuk mengatasi serangan panik akutnya (yang datang tiba-tiba) selain juga jangan diupakan pengobatan jangka panjang dengan obat antidepresan SSRI.  

Pada kasus-kasus yang sudah ditangani oleh psikiater, pasien sering juga mengalami masalah masih khawatir untuk bisa bepergian sendiri atau menghadapi macet. Mereka kebanyakan belum percaya diri menghadapi situasi tersebut. Apalagi juga sebagian ada yang takut terbang sehingga perjalanan udara pun sering kali tidak bisa dilakukan.

Obat anticemas yang bekerja panjang bisa membantu masalah ini. Konsultasi dengan psikiater tentang cara-cara pengobatan saat menjelang situasi yang membuat tidak nyaman bisa dilakukan sebelum mudik. Psikiater bisa membuat rencana terapi saat mudik tersebut yang akan disesuaikan dengan kebutuhan pasien gangguan cemas. Saya dalam praktek sehari-hari sering menemui kasus seperti ini dan kebanyakan pasien bisa terbantu dengan pengobatan yang tepat.

Kita berharap pasien gangguan cemas pun dapat menikmati mudik dan libur keluarga dengan aman dan nyaman. Selamat menempuh sisa puasa Ramadhan. Semoga puasanya diterima oleh Tuhan YME dan bersiap menyambut Idul Fitri dengan hati yang suci dan bebas cemas.

Salam Sehat Jiwa

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X