Donor Darah, Pelengkap Sehat Puasa Ramadhan

Kompas.com - 13/07/2015, 12:47 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.
|
EditorLusia Kus Anna

Alhamdulillah kita hampir menyelesaikan puasa Ramadhan kita. Kalau puasa kita dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sesuai anjuran Insha Allah kita akan meraih sehat di akhir Ramadhan nanti. Sebenarnya ada satu hal yang selalu rutin saya dan istri saya  laksanakan di akhir Ramadhan adalah melakukan donor darah.

Saat ini kita mengetahui sangat sulit bagi pasien yang membutuhkan darah untuk mendapatkan transfusi darah. Keterbatasan darah dan ketersediaan donor yang terbatas yang membuat meraka yang membutuhkan darah sulit untuk mendapatkan darah.

Saya sebagai seorang dokter penyakit dalam sangat merasakan sekali masalah ketebatasan dan kelangkaan darah saat ini. Ada beberapa hal yang membuat keterbatasan darah saat ini antara lain karena rendahnya minat seseorang untuk melakukan donor darah. Padahal kalau saja kita tahu manfaatnya apalagi bagi orang yang sedang melakukan puasa Ramadhan pasti mereka akan tergerak mendonorkan darahnya.
 
Puasa Ramadhan yang kita laksanakan saat ini mengandung hikmah sehat yang besar, dari pengontrolan berat badan, pengontrolan kolesterol darah, kadar asam urat, gula darah dan pengendalian berbagai penyakit yang berhubungan dengan faktor stress dan detoksikasi racun didalam tubuh. Melalui donor darah kita akan mengeluarkan darah kita sebanyak 350-450 cc dan membawa manfaat yang besar untuk hidup dan kehidupan kita.

Donor darah  sangat bermanfaat untuk kesehatan pendonornya. Dengan pengambilan darah 450 cc,  akan berkurangnya berat badan dan akan terjadi proses pembakaran kalori sebanyak 600 kalori. Darah yang dikeluarkan akan membuat tubuh memperbaruhi darah kita. Tubuh akan berespon atas darah yang dikeluarkan dan segera dibuat sel darah merah baru.  

Kondisi ini membuat kadar besi (Fe) darah menjadi stabil dan ini membuat jantung kita lebih sehat.  Zat besi sendiri jika  tinggi didalam darah akan meningkatkan kerusakan radikal bebas dan hal ini berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker dan penuaan.

Salain itu adanya darah yang dikeluarkan saat kita donor akan mengurangi kepekatan dari darah kita, membuat aliran darah kita menjadi lancar. Hal ini tentunya akan membuat kita terhindar dari terjadinya serangan jantung.

Suatu penelitian yang dilakukan di Amerika dan dipublikasi pada American Journal of Epidemiology mendapatkan bahwa orang yang melakukan donor darah secara rutin ternyata akan mengurangi risiko terkena serangan jantung hampir 88 % dibandingkan orang yang tidak melakukan donor darah.

Di sisi lain, saat kita akan mendonorkan darah atas proses pemeriksaan yaitu berupa pemeriksaan tekanan darah dan hemoglobin, selain itu darah yang kita donasikan juga diperiksa untuk beberapa virus menular seperti virus hepatitis B, hepatitis C dan virus HIV. Sehingga kita juga mendapatkan mini check up untuk proses pemberian donor darah ini.

Waktu yang tepat untuk donor darah adalah menjelang buka dan sesudah buka puasa. Yang penting syarat-syarat menjelang pengambilan darah pada donor  telah terpenuhi. Syarat untuk donor darah sesuai Palang Merah Indonesia antara lain umur 17-65 tahun, TD (sistolik 170-100,diastolik 70-100),Hb (12,5 -17 mg/dl), tidak demam (suhu <37,5) dan BB > 45 kg dll terpenuhi.

Selain itu tentunya bagi pasien dengan penyakit kronis  seperti penyakit  jantung  dan paru-paru kronis dan menderita penyakit yang dapat menularkan infeksi kepada orang lain seperti hepatitis B, C, HIV dan sfilis tidak boleh melakukan donor darah.

Akhirnya saya mengajak masyarakat untuk juga peduli turut mendonorkan darahnya di bulan suci yang penuh magfirah dari Allah SWT. Tidak ada donor tidak ada darah. Darah adalah hidup buat pasien yang memang membutuhkan. Mari berdonor darah dalam keadaan “sulit darah” untuk menyelamatkan nyawa  orang lain.

Dr.Ari Fahrial Syam
Praktisi klinis dan pengamat kesehatan

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Ternyata Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Menghirup Arsenik

Fenomena
Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kematian Dokter Gigi akibat Covid-19 Meningkat, Begini Protokol Periksa Gigi

Kita
BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

BMKG Dukung Mekanisme Riset Potensi Tsunami ITB dan Kajian Sebelumnya

Kita
BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

BMKG: Hingga Besok, Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Fenomena
Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Misteri Menghilangnya Virus Mematikan dari Cacar Zaman Viking sampai SARS

Fenomena
Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Orang Tanpa Gejala dan Bergejala Covid-19 Memiliki Jumlah Virus Sama

Oh Begitu
Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Kematian Akibat Covid-19, Data Terbaru IDI Ungkap 228 Tenaga Kesehatan Meninggal Dunia

Oh Begitu
Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Gumpalan Merah Misterius di Pantai Washington, Mungkinkah Gurita?

Fenomena
BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

BMKG: Potensi Tsunami 20 Meter untuk Dorong Mitigasi, Bukan Picu Kepanikan

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Peneliti Ungkap Kromoson Y pada Pria Tak Hanya Mengatur Fungsi Seksual

Oh Begitu
Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Gurun Sahara Pernah Hijau, Bisakah Surga Itu Kembali Lagi?

Fenomena
Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Semprotan Hidung Bisa Hentikan Replikasi Virus Corona, Ilmuwan Jelaskan

Fenomena
Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Mengenaskan, Penguin Ditemukan Mati karena Telan Masker N95

Oh Begitu
Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Pandemi Covid-19, Simak 10 Tips Aman Bersepeda agar Tak Kena Corona

Oh Begitu
Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Covid-19 di Indonesia Belum Terkendali, Ini yang Harus Kita Lakukan

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X