Kompas.com - 06/07/2015, 19:06 WIB
Ilustrasi bus listrik BYD produksi China yang akan menjadi bus tingkat berdaya listrik pertama di dunia, beroperasi di London. AFPIlustrasi bus listrik BYD produksi China yang akan menjadi bus tingkat berdaya listrik pertama di dunia, beroperasi di London.
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - London akan menjadi kota pertama di dunia yang memiliki bus listrik. Oktober 2015 mendatang, bus tingkat ikonik kota itu akan didayai oleh baterai, bukan bahan bakar fosil.

Telah ada beberapa kota di dunia yang memiliki angkutan massal dengan daya listrik lewat kabel-kabel yang digantung di atas jalan. Jakarta misalnya, memiliki kereta api listrik komuter.

Meski demikian, Inggris akan menjadi kota pertama di dunia yang menggunakan bus dengan baterai yang bisa didayai listrik, bisa di-charge.

Mengumumkan di London City Hall pada Jumat (3/7/2015), walikota London, Boris Johnson mengatakan, "Banyak orang menganggap bus tingkat yang didayai penuh dengan listrik tak mungkin karena besarnya ukuran baterai yang digunakan."

Dalam kasus bus tingkat London, besarnya ukuran baterai yang semula dianggap kelemahan justru diubah menjadi manfaat.

Baterai yang besar memungkinkan penambahan ruang untuk penumpang. Di samping itu, dengan ukura baterai yang besar, daya yang dimiliki baterai juga lebih besar sehingga rentang jarak setiap pengisian ulang baterai lebih panjang.

Perusahaan transportasi di London bekerjasama dengan BYD Company Ltd dari China yang tercatat sebagai industri terbaik pengembangan bus listrik.

"Lewat kerjasama dengan BYD dan menggunakan teknologi terkini, London bisa mencetak sebagai negara pertama di dunia yang menggunakan bus listrik," kata Johnson seperti dikutip AFP pada Sabtu (4/7/2015).

Rute bus yang akan dicoba adalah rute 16, melayani jurusan Edgware Road, salah satu kawasan dengan polusi tertinggi di Inggris.

Baterai besi-fosfat yang dirancang BYD mampu membuat bus menempuh jarak 249 kilometer dalam sekali charge dan bisa lebih dengan accelerated braking. Dengan tenaga listrik, bus akan lebih nyaman dan tidak berisik.

Indonesia sempat memiliki proyek pengembangan mobil dan bus listrik. Apa kabar proyek itu sekarang?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.