Peta Bawah Laut Mentawai Tuntas, Patahan Aktif Ditemukan

Kompas.com - 28/06/2015, 16:30 WIB
Mentawai WikipediaMentawai
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com - Tim peneliti gabungan dari Indonesia, Perancis, dan Singapura merampungkan pemetaan dasar laut dan pengambilan data seismik di perairan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Itu untuk menambah pengetahuan tentang risiko tsunami akibat gempa di zona Subduksi Mentawai yang termasuk paling rentan di dunia.

"Pemetaan ini dilakukan dengan menggunakan kapal riset milik Schmidt Ocean Institute (SOI) dari Amerika Serikat selama 32 hari pelayaran," kata Carlie Wiener, Manajer Komunikasi SOI, dalam presentasi, di Jakarta, Kamis (25/6/2015).

Ekspedisi itu diikuti 10 peneliti dari Earth Observatory Singapore Nanyang Technological University (EOS-NTU), Institut de Physique du Globe de Paris (IPGP), dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Wiener mengatakan, ekspedisi itu dinamakan Mentawai Gap-Tsunami Earthquake Risk Assessment (Mega-Tera). Ada dua lokasi yang diteliti yakni Cekungan Wharton di mana pernah terjadi dua gempa besar pada 2012 dan kawasan barat Pulau Siberut yang dikenal sebagai Mentawai Gap. Dalam riset itu, gelombang suara dipakai untuk memotret topografi dasar laut, dan struktur sedimen laut dipantau.

Hal itu bertujuan mengambil data seismik resolusi tinggi dan data paras laut (batimetri). Tim menemukan banyak patahan aktif di cekungan Wharton dan Mentawai Gap dengan arah berbeda-beda, dan itu menunjukkan kawasan tersebut mengalami deformasi dalam berbagai skala.

Semua informasi dan data yang diperoleh dari ekspedisi itu, termasuk peta dasar laut beresolusi tinggi, akan dibagikan kepada publik. Informasi dan data tersebut terutama akan dibagikan kepada ilmuwan dan organisasi penelitian.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert Blake menyambut gembira selesainya misi riset itu. Ia berharap kerja sama dengan Indonesia untuk tujuan riset tentang bencana alam dan kemaritiman bisa ditingkatkan. "Salah satu prioritas baru dan penting bagi kami adalah dukungan Presiden Joko Widodo terkait kemaritiman," katanya.

Kepala LIPI Iskandar Zulkarnain juga mengapresiasi kerja sama riset itu. "Penelitian geologi dan geofisika kelautan menjadi sangat penting dalam pengurangan risiko bencana," katanya.

Patahan aktif

Dari riset yang dilakukan, menurut Zulkarnain, ditemukan beberapa data menarik. Salah satunya, temuan sungai bawah laut dengan kedalaman 5 meter dan lebar 100 meter, di kedalaman 5.000 meter di bawah laut. "Teknologi yang ada di kapal survei ini memungkinkan kita mengetahui topografi dasar laut di kedalaman 5.000-6.000 meter dengan akurat," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Tonga Terus Dipantau Setelah Letusan Besar Sebabkan Tsunami

Gunung Tonga Terus Dipantau Setelah Letusan Besar Sebabkan Tsunami

Fenomena
Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

Oh Begitu
Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Oh Begitu
Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Fenomena
China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

Fenomena
Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Oh Begitu
Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Fenomena
Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Fenomena
Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Kita
Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Fenomena
Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Kita
Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Oh Begitu
Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.