Pejabat Rusia Serukan Investigasi pada Misi Pendaratan Bulan Amerika Serikat

Kompas.com - 18/06/2015, 15:51 WIB
Adegan pendaratan manusia di bulan yang direkayasa kembali oleh Nvidia untuk membuktikan kebenarannya. NvidiaAdegan pendaratan manusia di bulan yang direkayasa kembali oleh Nvidia untuk membuktikan kebenarannya.
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com
 — Juru Bicara Komite Investigasi Rusia, Vladimir Markin, menyerukan investigasi pada misi pendaratan bulan pertama oleh Amerika Serikat lewat tulisan di koran Izvestia.

Tulisan Markin muncul setelah adanya langkah Amerika Serikat untuk menyelidiki kasus korupsi di tubuh Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) yang melibatkan presiden lembaga itu, Sepp Blatter, yang kini telah mengundurkan diri.

Markin mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah melanggar batas dengan ikut serta mendorong investigasi pada kasus korupsi itu.

Selanjutnya, Markin, seperti diberitakan The Independent, Kamis (18/6/2015), mengatakan, jika Amerika Serikat bisa menyelidiki kasus korupsi yang melibatkan orang Rusia, Rusia juga bisa menyelidiki skandal Amerika Serikat pada masa lalu, soal pendaratan di Bulan.

Markin akan mendukung investigasi tentang hilangnya footage asli pendaratan di bulan dan batuan yang didapatkan dari satelit bumi itu.

"Kami tidak mengatakan bahwa mereka tidak benar-benar terbang ke Bulan dan hanya membuat film tentangnya. Namun, semua artefak ilmiah, atau mungkin kultural, yang didapatkan dari misi itu adalah milik manusia, dan kehilangannya adalah kehilangan kita semua," urainya.

Investigasi akan mengungkap hilangnya footage misi pada tahun 1969 itu, dan bagaimana ceritanya batuan seberat hampir 400 kilogram yang diambil dari Bulan bisa lenyap.

Tulisan Markin sepertinya tidak akan mengguncang Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Tahun 2009, NASA mengakui bahwa mereka telah menghapus rekaman asli pendaratan di Bulan untuk menghemat biaya. Namun, mereka telah berusaha mendapatkan footage dari hasil siaran televisi, seperti dari CBS News.

Batuan dari Bulan itu dikatakan disimpan di Lyndon B Johnson Space Center in Texas.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Kita
Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Kita
Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Oh Begitu
Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Oh Begitu
Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Fenomena
Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Kita
Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Oh Begitu
Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Kita
Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.