Kompas.com - 01/06/2015, 12:20 WIB
Panitia menunjukkan replika kitab Negarakertagama, Selasa (7/10/2014), dalam pameran Museum Masuk Kampus yang digelar oleh Museum Negeri Mpu Tantular, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, serta Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Kitab Negarakertagama mengajarkan bahwa pemimpin harus mengutamakan musyawarah, dekat dengan rakyat kecil, serta mampu melindungi, membawa ketenteraman, dan kesejahteraan rakyatnya. KOMPAS/DAHLIA IRAWATIPanitia menunjukkan replika kitab Negarakertagama, Selasa (7/10/2014), dalam pameran Museum Masuk Kampus yang digelar oleh Museum Negeri Mpu Tantular, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, serta Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Kitab Negarakertagama mengajarkan bahwa pemimpin harus mengutamakan musyawarah, dekat dengan rakyat kecil, serta mampu melindungi, membawa ketenteraman, dan kesejahteraan rakyatnya.
EditorTri Wahono


KOMPAS.com — Indonesia secara resmi kembali mendapat pengakuan dunia atas manuskrip bersejarah yang telah memengaruhi peradaban global pada masa penjajahan lalu.

Sejarah Indonesia yang kini menjadi warisan dunia itu adalah Babad Dipanegara dan naskah Nagarakertagama.

Bambang Subiyanto, Ketua Memory of the World (MoW) mengungkapkan bahwa masih ada ratusan ribu eksemplar jurnal dan naskah bersejarah yang menanti untuk diselamatkan.

Manuskrip yang merekam sejarah perang Dipanegara dan Kerajaan Majapahit ini lolos dalam seleksi UNESCO setelah diperjuangkan secara akademis oleh Profesor Wardiman, Profesor Dr Achadiati Ikram, dan Profesor Dr Edi Sedyawati.

"Ini momen penting bagi Indonesia karena perlu keteguhan hati dan keuletan untuk mewujudkan pengukuhan ini. Selanjutnya, mari kita titipkan nama baik Indonesia kepada generasi penerus," tutur Anies Baswedan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (25/5/2015) lalu di Perpustakaan Nasional RI.

Penghargaan dan penghormatan UNESCO atas Babad Dipanegara dan Nagarakertagama ini secara resmi diserahkan oleh Anies Baswedan kepada Sri Sularsih, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Selanjutnya, naskah Konferensi Asia Afrika ditargetkan akan menyusul kedua manuskrip ini pada 2016 mendatang untuk mendapatkan pengakuan dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Peristiwa Asia-Afrika harus didorong karena ini bagian dari pergerakan. Dunia melihat kita, tetapi tidak dengan mata kita sendiri. Mari, sudah saatnya kita memaknai rangkaian sejarah sebagai ruang modal kita dalam membentuk karakter bangsa," kata Anies. (Sekar Rarasati)



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Oh Begitu
Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Kita
POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

Oh Begitu
Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Oh Begitu
Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Oh Begitu
Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Oh Begitu
Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Fenomena
Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Oh Begitu
Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Fenomena
Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Oh Begitu
Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Fenomena
Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Kita
Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X