Trauma dan Cara Bijak Menyikapinya

Kompas.com - 14/05/2015, 11:00 WIB
|
EditorLusia Kus Anna


Setiap orang pasti pernah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan dalam hidup. Pada batas yang wajar, pengalaman buruk tersebut akan dimaknai sebagai bagian dari pengalaman yang mungkin menghasilkan tekanan psikologis, tetapi tidak membawa dampak buruk berkepanjangan.

Namun, ketika sebuah peristiwa buruk terjadi dengan intensitas yang begitu kuat hingga meninggalkan tekanan atau luka psikologis yang signifikan dalam diri seseorang, kondisi ini dapat disebut sebagai trauma.

Dalam dunia psikologi klinis dan psikiatri, trauma yang bersifat gangguan klinis memiliki diagnosis yang dikenal dengan sebutan “Post-traumatic Stress Disorder”.

Istilah “trauma” dalam kaitannya dengan kondisi psikologis mungkin sudah tidak asing terdengar di telinga. Identik dengan suatu pengalaman buruk, trauma kemudian diartikan sebagai perasaan tidak nyaman yang muncul ketika mengalami pengalaman yang sama atau mengingat pengalaman tersebut.

Trauma juga dapat terjadi pada mereka yang sebetulnya tidak mengalami peristiwa traumatis itu sendiri, tetapi misalnya melihat peristiwa tersebut menimpa orang lain, atau mendengar cerita pengalaman traumatis dari orang lain.

Contoh kasus-kasus trauma yang dialami seseorang biasanya terkait dengan pengalaman menjadi korban bencana alam, terorisme, atau kecelakaan, pengalaman ditinggal oleh orang terkasih dengan cara yang mengejutkan atau tidak biasa, hingga pengalaman kekerasan fisik, seksual, atau psikologis.

Gejala

Gejala trauma dapat tampil dalam beberapa bentuk, tetapi yang paling banyak dilaporkan adalah berupa ingatan dan mimpi buruk terkait pengalaman traumatis tersebut. Kemunculan ingatan dan mimpi buruk ini biasanya juga akan dibarengi dengan kemunculan gejala fisik dan psikologis sebagai pertanda ketidaknyamanan. Misalnya, berupa reaksi fisik yang gemetar, lari menghindar, hingga perasaan ketakutan yang diekspresikan dengan menangis.

Kemunculan gejala yang terjadi selama lebih dari satu bulan berturut-turut dengan intensitas yang tinggi sangat perlu diwaspadai, karena akan membutuhkan penanganan yang juga intensif.

Orang yang mengalami trauma biasanya akan berusaha mati-matian untuk menghindari objek traumanya, atau hal-hal yang terkait dengan objek trauma tersebut, demi menghindari perasaan tidak nyaman atau gejala trauma yang dapat muncul. Cara ini mungkin ampuh untuk menghindarkan diri dari perasaan tidak nyaman sehari-hari, tetapi bukan berarti menghapus trauma yang ada. Oleh karena itu, pilihan menghindar ini sebaiknya perlu dikesampingkan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X