Kompas.com - 12/05/2015, 18:29 WIB
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com
- Sejumlah makhluk hidup dari gunung Tambora yang diyakini merupakan jenis baru terungkap lewat Ekspedisi NKRI hasil kerjasama TNI dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Makhluk baru itu berupa dua jenis arachnida atau golongan laba-laba, dua jenis kupu-kupu malam atau ngengat, dua jenis cicak serta satu jenis tumbuhan.

Seperti apa wajah spesies-spesies baru yang hidup di gunung yang pernah meletus dan memusnahkan peradaban pada 200 tahun lalu tersebut? Berikut foto-foto yang didapatkan Kompas.com dari LIPI.

Cicak berpaha mulus

Cicak ini termasuk genus Cyrptodactylus atau cicak berjari lengkung. Awal Riyanto, peneliti amfibi dan reptil LIPI mengungkapkan bahwa cicak ini berbeda dengan yang lain karena punya femoral pore, lubang-lubang kecil di paha. Pahanya mulus.

A Riyanto/LIPI Cicak tanpa femoral pore yang ditemukan LIPI di Tambora.

Cicak dengan bokong berlubang dua

Umumnya, cicak hanya memiliki satu kloaka, lubang seperti anus pada pantat. Tapi, jenis Cyrptodactylus lain yang ditemukan di Tambora oleh Awal Riyanto punya satu lubang lain yang disebut pre-cloacal pore. Awal meyakini jenis ini merupakan jenis baru.

A Riyanto/LIPI Cicak dari gunung Tambora yang diduga merupakan spesies baru. Cicak dari genus Cyrtodactylus itu punya lubang-lubang di dekat kloakanya.
Sarax Coklat

Sarax merupakan salah satu jenis arachnida, spesifiknya kalacemeti. Sarax di Jawa punya warna hitam tetapi di Tambora berwarna coklat. Cahyo Rahmadi, peneliti arachnida LIPI, meyakini Sarax Tambora adalah spesies baru.

Stylocellus Besar

Stylocellus merupakan jenis opiliones. Jenis yang ditemukan di Tambora berbeda dengan lainnya karena ukurannya yang lebih besar, sekitar 9 milimeter. Untuk mengamatinya, Cahyo mengungkapkan perlu ketelitian. Dia yakin, jenis ini merupakan jenis baru.

Cahyo Rahmadi/LIPI Jenis Stylocellus dari Tambora yang diduga merupakan jenis baru.
Ngengat "bertahi lalat"

Ngengat "bertahi lalat" itu tergolong dalam genus Xyleutes. Disebut bertahi lalat karena sayapnya punya titik berwarna hitam. Ciri itu membuat Hari Sutrisno, peneliti serangga LIPI, yakin bahwa ngengat itu tergolong jenis baru

Hari Sutrisno/LIPI Ngengat dengan bintik hitam pada sayap dari Tambora.
Ngengat miskin sisik

Umumnya, ngengat punya sisik sempurna di bagian sayapnya. Namun, salah satu spesies ngengat yang ditemukan Hari di Tambora tidak. Bagian belakang sayap hewan itu tidak memiliki sisik sehingga diyakini merupakan jenis baru.

Hari Sutrisno/LIPI Ngengat tanpa sisik pada bagian belakang sayap. Ngengat dari Tambora ini diyakini merupakan spesies baru.
Tumbuhan berdaun satu nan mungil

Ada golongan tumbuhan yang daunnya cuma satu, dikenal dengan Monophyllaea. Tapi, tumbuhan berdaun satu di Tambora unik. Sudah satu daunnya, kecil pula. LIPI meyakini bahwa tumbuhan itu adalah jenis baru.

LIPI Tumbuhan berdaun satu yang diyakini merupakan jenis baru dari Tambora.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.