Kompas.com - 11/05/2015, 12:58 WIB
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Makhluk misterius memakan seekor hiu putih raksasa (Carcharodon carcharias) di perairan Australia. Dugaan itu diungkap dari proyek tagging untuk mengetahui pergerakan hiu putih raksasa yang dilakukan oleh ilmuwan Australia.

Kurang lebih 11 tahun lalu, ilmuwan memasang penanda pada seekor hiu putih raksasa yang dipanggil "shark alpha". Penanda itu bisa membaca lokasi hiu, termasuk kedalamannya, suhu tubuh serta lingkungan, dan parameter lainnya.

Tak diduga, empat bulan setelah dipasang, penanda terdampar di pantai yang berjarak 3,2 kilometer dari lokasi hiu saat tagging dilakukan. Ketika ilmuwan mengunduh data rekaman penanda, mereka menemukan fakta yang mengejutkan.

Informasi menunjukkan bahwa penanda tenggelam hingga kedalaman 580 meter dari permukaan laut serta membaca peningkatan suhu dari 8 derajat celsius hingga 25,5 derajat celsius selama delapan hari sebelum akhirnya kembali ke permukaan dan terdampar.

Pembuat film dokumenter David Riggs dalam dokumenter Hunt for the Super Predator yang ditayangkan secara online di Smithsonian Channel menyelidiki peristiwa yang menimpa hiu tersebut.

"Pertanyaan yang terlintas tidak hanya di pikiran saya, tetapi juga setiap orang yang terlibat misi adalah siapa yang melakukan itu? Hiu putih itu pasti dimakan. Apa yang akan memakan hiu sebesar itu? Apa yang bisa membunuh hiu sepanjang 3 meter?" kata Riggs.

Selama penyelidikan sekaligus pembuatan dokumenter, seperti diberitakan IFLScience.com, Minggu (10/5/2015), Riggs mengungkap tiga kemungkinan makhluk yang membunuh hiu putih raksasa tersebut, yaitu paus pembunuh, cumi-cumi raksasa, atau hiu putih yang kanibal.

Belum diketahui dengan jelas makhluk misterius yang membunuh hiu putih raksasa tersebut. Dokumenter yang menjelaskan teka-teki pembunuh shark alpha itu bisa dilihat di situs web Smithsonian Channel.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Oh Begitu
Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Fenomena
Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Fenomena
Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Oh Begitu
China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

Oh Begitu
Laba-laba Ternyata Juga Tidur, Studi Ini Buktikan

Laba-laba Ternyata Juga Tidur, Studi Ini Buktikan

Oh Begitu
Kenapa Kulit Badak Tebal?

Kenapa Kulit Badak Tebal?

Oh Begitu
Siklon Tropis Mulan Berpotensi Picu Gelombang Tinggi Hari Ini

Siklon Tropis Mulan Berpotensi Picu Gelombang Tinggi Hari Ini

Oh Begitu
Studi Ungkap Tarsius, Primata Terkecil di Dunia Mampu Bernyanyi dengan Nada Tinggi

Studi Ungkap Tarsius, Primata Terkecil di Dunia Mampu Bernyanyi dengan Nada Tinggi

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.