Tidur Sehat dan Seksualitas Wanita

Kompas.com - 08/05/2015, 11:19 WIB
Coba tidur dengan menghirup aroma. shutterstockCoba tidur dengan menghirup aroma.
|
EditorLusia Kus Anna

Menurut sebuah penelitian terbaru, tidur yang lebih sehat ternyata sangat berhubungan dengan seksualitas wanita. Dengan tidur lebih lama satu malam saja, sudah meningkatkan hasrat wanita untuk berhubungan intim.

Fungsi-fungsi seksual wanita, seperti rangsangan seksual dan keinginan berhubungan intim dipengaruhi oleh banyak faktor. Antara lain stres, suasana emosi, kesehatan, kondisi hubungan asmara dan kesehatan tidurnya.

Penelitian yang diterbitkan pada the Journal of Sexual Medicine ini mencoba lebih dalam melihat hubungan fungsi seksual wanita dengan kesehatan tidurnya. Untuk itu sebuah tim peneliti dari the University of Michigan Medical School mempelajari 171 wanita muda selama dua pekan. Selama masa penelitian, mereka tidak diperkenankan mengonsumsi obat anti-depresan yang diketahui dapat menekan fungsi seksual.

Para peserta penelitian diberi kuesioner untuk menilai kemungkinan depresi, kecemasan dan tekanan terhadap hubungan seksual. Selama dua minggu berikutnya, setiap hari, mereka juga mencatat jadwal tidur serta menilai kualitas tidur.

Mereka juga diminta untuk melaporkan aktivitas seksual selama penelitian berlangsung. Termasuk juga jadwal menstruasi, hasrat seksual, dan orgasme yang dialami.
Dari catatan tidur, didapati bahwa peserta penelitian rata-rata tidur selama tujuh jam 22 menit.

Para peneliti mencatat bahwa wanita yang mengonsumsi pil kontrasepsi memiliki hasrat seksual yang lebih tinggi. Dan ketika semua faktor diperhitungkan, wanita yang tidur lebih lama, dapat diprediksikan akan memiliki hasrat seksual yang lebih tinggi di keesokan harinya.

Namun, dengan durasi tidur yang lebih lama, ternyata para peserta melaporkan lubrikasi vaginal yang kurang. Hubungan antara seksualitas dan tidur nyata ada. Tetapi para ahli masih belum dapat memastikan mekanismenya secara langsung.

Sementara ini disepakati adanya hubungan hormonal yang memengaruhi. Tim peneliti, yang juga pernah menerbitkan penelitian hubungan depresi dan seksualitas pria, menyatakan bahwa hasil penelitian sederhana ini akan sama jika dilakukan pada pria.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X