Tabrakan Besar yang Melahirkan Himalaya Kini Diketahui Penyebabnya

Kompas.com - 06/05/2015, 16:16 WIB
Pegunungan Himalaya dengan Gunung Everest (tengah) di ketinggian 8.850 meter difoto dari pesawat, pada ulang tahun ke-80 dari penerbangan berawak pertama di atas Gunung Everest, gunung tertinggi di dunia, 3 April 2013. AFP PHOTO / PRAKASH MATHEMAPegunungan Himalaya dengan Gunung Everest (tengah) di ketinggian 8.850 meter difoto dari pesawat, pada ulang tahun ke-80 dari penerbangan berawak pertama di atas Gunung Everest, gunung tertinggi di dunia, 3 April 2013.
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Sekitar 80 juta tahun lalu, daratan India bergerak cepat ke arah Eurasia. Tabrakan besar tak terhindarkan. Daratan India menyusup di bawah Eurasia, menciptakan Pegunungan Himalaya.

Sementara sebab utama terbentuknya Himalaya telah terkuak, ada satu pertanyaan yang belum terjawab: bagaimana mungkin daratan India bergerak sangat cepat hingga dua kali kecepatan gerakan lempeng umumnya saat ini?

Sekitar 140 juta tahun lalu, India masih menjadi bagian dari Gondwana, benua besar yang terdiri atas sebagian besar daratan di belahan bumi selatan. Sementara sekitar 120 juta tahun lalu, India mulai berpisah, bergerak menuju Eurasia.

Pergerakan daratan India awalnya dianggap wajar, hanya 5 sentimeter per tahun. Hingga ilmuwan menemukan bahwa sekitar 80 juta tahun lalu, gerakan daratan India menjadi sangat cepat, yaitu 15 sentimeter per tahun.

Berusaha menjawab pertanyaan itu, Leigh Royden, profesor geologi dari Departemen Earth, Atmospheric, and Planetary System di Massachusetts Institute of Technology, melakukan riset di Himalaya.

Ia mengumpulkan sejumlah batuan dan melakukan penanggalan untuk mencari jejak tabrakan besar jutaan tahun lalu. Kembali ke laboratorium, dia membuat sebuah pemodelan guna menguak skenario peristiwa memicu tabrakan yang menciptakan Himalaya.

Diberitakan Nature World News, Selasa (5/5/2015), hasil pemodelan mengungkap, pergerakan India menuju Eurasia dipicu dua zona subduksi, zona di mantel bumi di mana satu lempeng bertemu dengan lempeng lainnya. Aktivitas di zona subduksi itulah yang juga sering memicu gempa.

Kecepatan gerak daratan India kala itu bergantung pada lebar dan jarak antar-zona subduksi. Bila jarak di antara keduanya makin jauh, maka kecepatan gerak India makin tinggi. Itulah yang terjadi 80 juta tahun lalu.

Daratan India terus bergerak cepat hingga 50 juta tahun lalu saat mulai menabrak Eurasia. Hasil riset ini dipublikasikan di jurnal Nature Geosciences, minggu lalu, mematahkan teori sebelumnya yang menyatakan bahwa kecepatan gerakan daratan India dipicu gunung berapi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X