Kompas.com - 05/05/2015, 15:33 WIB
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Cahaya misterius terdeteksi di pusat galaksi Bimasakti. Observasi dengan Nuclear Spectrostopic Telescope Array (NuSTAR) milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menunjukkan bahwa cahaya itu berupa sinar X.

Kerstin Perez dari Columbia University di New York yang menemukan cahaya misterius itu mengatakan, "Kami belum bisa menjelaskan sebab sinar X itu. Hal tersebut masih misterius. Riset lebih lanjut diperlukan."

Meski demikian, Perez mengungkapkan ada empat kemungkinan penyebab cahaya misterius itu. Tiga di antaranya berkaitan dengan adanya "mayat" bintang di pusat galaksi Bimasakti serta satu lagi terkait dengan sinar kosmik.

Kemungkinan pertama, cahaya misterius itu berasal dari sepasang bintang ganda. Salah satu bintang menyerap material dari bintang lainnya yang mati, menghasilkan sinar X yang bisa terlihat lewat observasi.

Kemungkinan lainnya, cahaya misterius itu berasal dari pulsar atau bintang yang kolaps setelah ledakan supernova. Pulsar berputar sangat cepat dan melepaskan radiasi. Nah, radiasi itulah mungkin yang dilihat sebagai cahaya misterius.

Cahaya misterius di pusat galaksi Bimasakti itu bisa jadi juga berasal dari bintang katai putih. Bintang itu tak cukup punya massa untuk bisa meledak menjadi supernova. Matahari dalam 5 miliar tahun lagi diprediksi akan berubah menjadi bintang katai putih.

Bintang katai putih yang padat dapat menghasilkan sinar X yang lebih besar daripada normalnya. Sinar X dalam jumlah besar itulah yang mungkin terlihat lewat observasi dengan NuSTAR yang diluncurkan pada tahun 2012.

Kemungkinan terakhir, sinar X berasal dari radiasi sinar kosmik. Radiasi itu mungkin bersumber dari lubang hitam supermasif di pusat Bimasakti yang memakan material di alam semesta. Sinar kosmik yang berinteraksi dengan gas di sekitarnya menghasilkan sinar X.

Manakah teori yang cocok untuk menjelaskan cahaya misterius yang terlihat dengan NuSTAR? Hingga kini, Perez dan rekannya belum dapat menentukan. Mereka merasa belum ada penjelasan yang benar-benar cocok.

Chuck Hailey dari Columbia University seperti dikutip dalam situs NASA, Rabu (29/4/2015), mengungkapkan, "Temuan ini menunjukkan bahwa pusat galaksi Bimasakti adalah tempat yang sangat aneh."

Megan Urry, profesor astronomi dan astrofisika di Yale University, mengungkapkan bahwa cahaya misterius itu menunjukkan peran NuSTAR. Bukan hanya memberi penjelasan, NuSTAR juga bisa menyuguhkan pertanyaan baru tentang alam semesta kepada para ilmuwan.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.