Kata Ilmuwan Ini, Ajaran Yesus Menyebar Luas berkat Ledakan Meteor

Kompas.com - 24/04/2015, 18:35 WIB
Sebuah benda angkasa yang diduga meteorit terlihat melintas di atas kompleks permukiman di kota Chelyabinks, Rusia, Jumat (15/2/2013). Benda angkasa ini kemudian meledak dan mengakibatkan sejumlah bangunan rusak serta melukai sejumlah warga. OLEG KARGOPOLOV / 74.RU / AFPSebuah benda angkasa yang diduga meteorit terlihat melintas di atas kompleks permukiman di kota Chelyabinks, Rusia, Jumat (15/2/2013). Benda angkasa ini kemudian meledak dan mengakibatkan sejumlah bangunan rusak serta melukai sejumlah warga.
EditorYunanto Wiji Utomo

Maka, Paulus bisa melihat lagi. Lantas Ananias berkata bahwa Paulus telah dipilih oleh Allah untuk mewartakan ajaran Yesus. Ananias lalu berkata, " Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!"

Sejak pembaptisan itu, kehidupan Paulus berubah. Dia menjadi pengikut ajaran Yesus yang taat sekaligus berperan menyebarkan ajarannya ke Roma. Dari Roma, ajaran Yesus kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Hartman yang juga salah satu pendiri Planetary Science Institute mengungkapkan, cerita dalam Kisah Para Rasul tersebut sebenarnya bisa diuraikan secara ilmiah. Apa yang dilihat dan didengar oleh Paulus dalam perjalanannya ke Damaskus mungkin bukan keajaiban.

Adanya pernyataan bahwa kilatan cahaya yang dilihat Paulus lebih terang dari matahari, membuat Hartman menyimpulkan bahwa yang dilihat oleh santo itu adalah ledakan meteor seperti di Chelyabinsk tahun 2013. Ledakan meteor itu memang lebih terang dari matahari.

Sementara itu, diceritakan juga bahwa Paulus dan teman-temannya kemudian rebah ke tanah. Hal itu kemungkinan besar terjadi karena adanya gelombang kejut setelah ledakan meteor yang dalam kasus Chelyabinsk menghancurkan jendela rumah.

Alkitab, kata Hartman, punya penjelasan berbeda-beda antar-satu bagian dengan lainnya tentang suara yang didengar Paulus. Ada yang menyatakan bahwa suara itu milik Yesus, tetapi ada juga yang menyatakan cuma noise. Nah, noise ini memang terjadi setelah ledakan meteor.

Terakhir, kebutaan yang dialami Paulus mungkin juga bukan keajaiban, menurut Hartman. Kebutaan sementara bisa memang bisa terjadi ketika manusia melihat secara langsung ledakan meteor. Kebutaan sementara itu dikenal dengan fotokeratitis.

"Pada dasarnya, itu adalah sunburn pada kornea mata. Begitu sembuh, maka akan mengelupas," kata Hartman seperti dikutip New Scientist, Rabu (22/4/2015). Sinar UV pada ledakan meteor memang bisa mengakibatkan kulit terbakar dan mengelupas serta kebutaan sementara.

"Detail (cerita dalam Alkitab) benar-benar cocok dengan bola api (ledakan meteor) sekelas Chelyabinsk atau Tunguska," kata Hartman. Ledakan meteor di Tunguska terjadi pada tahun 1908.

Bila benar, itu akan sangat menarik. Perkembangan sebuah ajaran salah satunya ditentukan oleh peristiwa ledakan meteor. Dalam sejarah, banyak hal besar terjadi akibat meteor atau benda antariksa, misalnya kepunahan dinosaurus.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X