Kompas.com - 21/04/2015, 19:07 WIB
Sampanye tua ditemukan pada tahun 2010. Kini ilmuwan berhasil mengungkap rasanya. Anders NasmanSampanye tua ditemukan pada tahun 2010. Kini ilmuwan berhasil mengungkap rasanya.
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Tahun 2010, sekelompok orang yang tengah menyelam di wilayah kepulauan Finnish Aland, Laut Baltik, menemukan 168 botol sampanye. Diketahui kemudian, sampanye itu berumur sekitar 170 tahun.

Kini, Phillip Jeandet dari Universite de Reims Champagne-Ardenne di Reims, Perancis, berhasil menguak komposisi kimia dan rasa dari sampanye tua itu serta perbandingannya dengan sampanye yang dibuat saat ini.

Jeandet seperti dikutip Livescience, Senin (20/4/2015), mengungkapkan bahwa pada dasarnya komposisi sampanye tua itu sama dengan sampanye masa kini. Namun, ada beberapa perbedaan, terutama pada kadar gulanya.

Analisis kimia mengungkap bahwa sampanye dari abad ke-19 itu lebih manis. Kandungan gula sampanye itu mencapai 150 gram per liter, sementara kandungan gula sampanye masa kini hanya 8 gram per liter.

Sampanye yang manis merupakan selera masyarakat barat dua abad lalu. Jeandet mengungkapkan, di Rusia misalnya, menambahkan gula pada sampanye yang dihidangkan saat makan malam adalah hal yang sangat umum.

"Karena itulah, Madame Clicquot memutuskan untuk membuat sampanye khusus dengan gula 300 gram per liter," kata Jeandet. Berdasarkan angka itu, kandungan gula sampanye masa lalu mencapai tujuh kali kandungan gula Coca-cola.

Selain tinggi kandungan gula, sampanye masa lalu juga memiliki kandungan zat besi tinggi. Diperkirakan, ini terjadi karena pembuat anggur masa itu menggunakan bejana yang terbuat dari logam.

Sampanye yang diteliti Jeandet juga memiliki kandungan tembaga tinggi. Ini diduga terjadi karena penambahan bahan anti-jamur. Sementara itu, sampanye tua itu juga punya kadar garam lebih tinggi karena penambahan gelatin mengandung klorida untuk stabilisasi.

Dengan hasil analisis komposisi itu, rasa sampanye tua tersebut persis seperti yang dideskripsikan oleh para pakar minuman anggur, yaitu berempah, seperti rasa dipanggang, serta beraroma bunga dan buah.

Sampanye itu ditemukan di lautan pada kedalaman 150 meter. Setelah ratusan tahun tersembunyi, sampanye itu kini muncul untuk menunjukkan bagaimana proses pembuatan sampanye pada masa lalu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X