Mengapa Orang Memakai Narkoba?

Kompas.com - 16/04/2015, 13:40 WIB
KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERA Sebanyak 540 kilogram ganja kering yang diselundupkan pengedar narkoba jaringan Aceh dipamerkan di Polres Jakarta Barat, Senin (13/4/2015).

KOMPAS.com — Baru saja kita dengar tentang adanya penjual brownies ganja yang ditangkap di salah satu pusat perbelanjaan Ibu Kota. Sebelumnya, kita mendengar pula adanya suatu jenis narkoba baru yang bentuknya seperti kertas perangko yang disebut CC4. Kita lalu mungkin bertanya, mengapa orang memakai narkoba?

Mencari bahagia?

Belakangan, di Indonesia, jenis narkoba yang sedang marak adalah jenis-jenis stimulan. Obat-obat terlarang yang termasuk golongan metamfetamin ini dikenal oleh awam sebagai ekstasi dan sabu. Sifat dasar obat ini adalah stimulan atau menstimulasi susunan saraf pusat di otak.

Tujuan pemakaiannya adalah mendapatkan efek senang yang berlebihan atau euforia, semangat dan rasa tidak kenal lelah atau capek, konsentrasi yang meningkat tajam, serta percaya diri yang tinggi.

Walaupun demikian, karena efeknya yang sering kali terlalu berlebihan di otak, orang yang menggunakannya juga bisa mengalami delusi atau waham paranoid atau perasaan bahwa ada seseorang yang akan menjahati dirinya. Halusinasi juga bisa terjadi dalam pemakaian sabu atau ekstasi pada beberapa orang.

Jika melihat efek zat narkotika jenis stimulan ini, maka beberapa orang yang memang mengharapkan efek dari zat ini secara sengaja memakainya. Saya sering menemui pasien-pasien saya yang mempunyai latar belakang penggunaan zat narkotika jenis stimulan. Beberapa di antara mereka menggunakan zat stimulan ini secara sadar dan menyadari efek yang dicari dari zat stimulan ini. Ada yang menggunakannya untuk bekerja, ada yang menggunakannya untuk bisa tampil percaya diri, dan ada juga yang memang menggunakannya untuk sekadar senang-senang.

Ini berarti orang memakai zat stimulan tersebut dengan kesadaran penuh bahwa ada efek yang sengaja dicari dalam zat-zat tersebut. Efek inilah yang terus dicari yang akhirnya sering menjerumuskan orang tersebut ke dalam suatu ketergantungan.

Cari ketenangan?

Selain zat stimulan, beberapa jenis zat narkotika yang sering disalahgunakan adalah golongan zat yang mempunyai sifat menenangkan. Penyalahgunaan obat psikotropika untuk hal ini sering menjadi masalah tersendiri.

Banyak obat psikotropika, yang sebenarnya mempunyai kegunaan dalam praktik kedokteran, kemudian disalahgunakan. Kita dulu kenal beberapa jenis obat dengan merek-merek dagang yang dikenal luas, seperti Mogadon, Lexotan, Dumolid, Calmlet, dan Xanax.

Obat-obat ini sebenarnya adalah obat terdaftar yang digunakan dalam praktik sehari-hari di kedokteran, tetapi kemudian karena efeknya yang bisa menenangkan, lalu disalahgunakan. Orang yang menyalahgunakan obat-obat ini biasanya memakainya dalam jumlah besar, bukan seperti dosis biasa yang disarankan oleh dokter.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


EditorLusia Kus Anna
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X