Kompas.com - 15/04/2015, 19:41 WIB
Soal matematika Singapura yang menggegerkan dunia. Soal level olimpiade itu mengajak siswa untuk menebak hari ulang tahun seseorang berdasarkan petunjuk yang sangat terbatas. Kenneth KongSoal matematika Singapura yang menggegerkan dunia. Soal level olimpiade itu mengajak siswa untuk menebak hari ulang tahun seseorang berdasarkan petunjuk yang sangat terbatas.
|
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Soal matematika yang diberikan kepada peserta Singapore and Asian School Maths Olympiads (SASMO) mungkin begitu sulit dicerna. Meskipun jawaban sudah diuraikan, tetap saja banyak yang masih bingung.

Kompas.com menghubungi Hendra Gunawan, dosen jurusan Matematika di Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Novi Herawati Bong, mahasiswa jurusan Matematika di University of Newcastle, untuk menguraikan dasar-dasar yang digunakan dalam pemecahan soal itu.

Untuk yang belum tahu, soal matematika itu bisa dilihat dalam artikel Soal Matematika Siswa Singapura Gegerkan Dunia, Bisakah Anda Memecahkannya?Sementara itu, pemecahan soal itu bisa dilihat pada artikel Soal Matematika yang Bikin Geger Dunia, Ini Dia Jawabannya.

Melihat jawabannya, terkesan bahwa untuk memecahkan soal mahasulit itu, yang dibutuhkan hanya logika bahasa. Di mana matematikanya? Tidak ada hitung-menghitung dalam pemecahan soal tersebut.

Hendra mengatakan, "Matematika bukan sekadar berhitung. Fondasi matematika justru bernalar yang bertumpu pada logika. Lalu, ada pemodelan matematika dan pemecahan masalah. Berhitung bisa muncul, bisa tidak."

"Matematika mengajarkan cara berpikir yang sistematis. Dalam pembuktian teorema misalnya. Kita tahu informasi yang diketahui, (matematika bicara) bagaimana kita menghubungkan informasi, plus gabungan teorema lain, untuk sampai pada suatu kesimpulan," imbuh Novi.

Soal yang diberikan kepada para peserta SASMO itu menurut Hendra dan Novi adalah salah satu bentuk soal logika matematika. "Itu analisis kemungkinan," kata Novi saat bercakap lewat Facebook dengan Kompas.com, Selasa (14/4/2015).

"Dalam soal matematika itu, logika bermain. Jika Mei dan Juni tidak mungkin, maka mestilah Juli atau Agustus. Jika tanggal 14 tidak mungkin, maka mestilah tanggal 16," ungkap Hendra lewat surat elektronik, Rabu (15/4/2015).

Hendra menguraikan, logika yang dipakai dalam pemecahan soal tersebut adalah, "Jika..., maka..." Logika itu dijadikan dasar dalam pencoretan kejadian yang tidak mungkin dan pengambilan kesimpulan logis.

Memang, ada logika lain yang bermain untuk memecahkan soal itu, yaitu pengambilan informasi dari kata-kata Albert dan Bernard. Namun, proses pemecahan masalah tetap mendasarkan pada logika matematika itu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Waspada Dehidrasi pada Bayi, Ini Gejala dan Penyebabnya

Kita
Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Mengenal Stroke Non Hemoragik, Jenis Stroke yang Paling Sering Terjadi

Kita
Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Gurita Selimut Betina Ternyata Berukuran Lebih Besar dari Gurita Jantan

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Resistensi Antimikroba Ancam Kesehatan Dunia, Apa yang Bisa Dilakukan?

Oh Begitu
Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Proses Seleksi Jadi Ratu Lebah Sungguh Brutal, Seperti Apa?

Oh Begitu
Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Oh Begitu
Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Fenomena
Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Kita
Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Oh Begitu
Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Kita
Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.