Kompas.com - 06/04/2015, 18:28 WIB
EditorYunanto Wiji Utomo

KOMPAS.com — Dua ratus tahun lalu, tepatnya 18 Juni 1815, pertempuran besar berlangsung di Waterloo, wilayah yang terletak 15 km dari Brussels, Belgia. Dalam pertempuran tersebut, sekutu Prusia (kerajaan di Jerman yang eksis tahun 1701 - 1918), Belanda, dan Inggris berjuang mengalahkan Napoleon Bonaparte.

Pasukan Napoleon sebenarnya sangat kuat. Namun, letusan Tambora yang menggelapkan Eropa dan memicu tahun tanpa musim panas membuat Napoleon kalah. Prajuritnya kedinginan, sementara meriamnya terperosok dalam lumpur. Pada 22 Juni 1815, kekuasaan Napoleon berakhir.

Bertahun-tahun, arkeolog berusaha mencari tulang belulang jejak pertempuran legendaris itu. Namun, baru akhir-akhir ini mereka berhasil menemukan kerangka prajurit yang terlibat dalam pertempuran berikut identitasnya.

Arkeolog menemukan kerangka di Bukit Singa, Waterloo, pada tahun 2012. "Tidak ada kerangka lengkap yang ditemukan di Waterloo dalam 200 tahun ini," kata Doninique Busket, seorang arkeolog, menguraikan keistimewaan temuan.

Identitas kerangka berhasil diungkap berdasarkan beberapa petunjuk. Kerangka sendiri membantu arkeolog mengungkap usia sang prajurit. Diduga, parjurit itu tewas dalam medan perang pada usia antara 20 dan 29 tahun.

Arkeolog menemukan sejumlah barang bersama kerangka, seperti sebutir peluru senapan, koin Jerman, serta balok kayu kecil yang bertuliskan "CB". Peluru mengungkap bahwa sang prajurit mati seketika sehingga kerangkanya ditemukan tepat di medan perang.

Lewat pengamatan saksama pada Februari 2015 lalu, arkeolog mengungkap bahwa huruf "CB" pada balok kayu kecil yang ditemukan sebenarnya adalah "FCB". Huruf "F" memudar seiring waktu.

Mengecek data prajurit yang berperang, arkeolog menemukan tiga nama yang mungkin punya inisial FCB. Dari tiga nama, ternyata hanya dua orang yang tewas di medan perang. Dengan mengecek data pembayaran upah, arkeolog akhirnya bisa menguak identitas kerangka.

Seperti diberitakan The Independent, Senin (6/4/2015), nama prajurit yang kerangkanya ditemukan di lahan parkir itu adalah Friedrich Brandt. Dia adalah anggota pasukan Jerman yang berasal dari Hannover.

"Tidak ada yang bisa 100 persen yakin bahwa kerangka yang ditemukan adalah Friedrich Brandt. Namun, dari data yang kami miliki, kemungkinan besar, itu adalah dia," kata Gareth Glover, pakar sejarah militer dari Cardi University yang terlibat dalam riset.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Mengapa Manusia Tak Bisa Minum Air Asin?

Oh Begitu
Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Hilal Idul Adha 2022 Kecil Kemungkinan Bisa Teramati, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena
Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Gas Klorin Meledak di Pelabuhan Aqaba, Apa Itu?

Fenomena
Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Waspada Gejala Cacar Monyet, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dari Hari ke Hari?

Oh Begitu
Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Viral Video Ikan Duyung di Pantai Ambon, Hewan Apa Itu?

Oh Begitu
Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Virus Polio Ditemukan pada Limbah Kotoran Manusia, Kok Bisa?

Fenomena
Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Cacar Monyet: Informasi Lengkap yang Harus Anda Ketahui

Oh Begitu
Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Cegah Heat Stroke Selama Musim Haji 2022, Rompi Penurun Suhu Disiapkan untuk Jemaah

Oh Begitu
Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Diterapkan di 3 Kabupaten, Pendekatan Klaster Bisa Jadi Solusi Karhutla

Fenomena
2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

2 Kandidat Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Tingkatkan Respons Kekebalan terhadap Varian Omicron

Oh Begitu
Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena Langka Bulan Baru Stroberi Mikro pada 29 Juni, Catat Waktunya

Fenomena
Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Indonesia Rentan Alami Karhutla, Pendekatan Klaster Dinilai Bisa Jadi Upaya Pencegahan

Oh Begitu
Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Marshanda Sempat Dikabarkan Hilang karena Manik Bipolar, Apa Itu?

Oh Begitu
Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Pertambangan Batu Bara Disebut Hambat Indonesia Capai Target Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Oh Begitu
Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kapan Orangtua Perlu Waspada terhadap Cerebral Palsy?

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.